Salam sejahtera bagi kita semua..
Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk memenuhi tugas pertama saya, yaitu Ilmu Budaya Dasar mengenai manusia dan kebudayaan.
A. Manusia
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia manusia diartikan sebagai “makhluk yang berakal budi” (mampu menguasai makhluk yang lain). Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain. Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Manusia merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual.
B. Hakikat Manusia
1. Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya konkrit
tetapi tidak abadi. Jiwa tidak dapat dilihat, diraba, sifatnya abstrak
tetapi abadi. Jiwa yanga ada di dalam tubuh manusia sebagai penggerak
dan sumber kehidupan.
Manusia memiliki perasaan, kehendak, dan akal didalam jiwanya. Dengan
akal manusia dapat menciptakan pengetahuan dan teknologi. Keberadaan
baik dan buruk membuat manusia harus bisa mempertimbangkan langkah dalam
berkehendak.
3. Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena mampu bekerja dan berkarya.
Manusia adalah makhluk alamiah yang terikat pada lingkungan, memiliki
sifat tunduk pada hukum alamiah pula. Hidup manusia memiliki tiga taraf
yaitu estetis, etis, dan religius. Estetis dalam artian dapat mengagumi
lingkungan sekitar dan mengungkapnya kembali dalam bentuk karya. Etis
dalam artian dapat mengambil keputusan dan mampu bertanggungjawab.
Religius diartikan semakin dekat seseorang dengan Tuhan maka ia semakin
dekat dengan kesempurnaan dan semakin jauh dari rasa kekhawatiran.
C. Kebudayaan Bangsa Timur
Bangsa timur adalah suatu bangsa yg cukup menjunjung tinggi norma kesopanan, dengan adanya suatu nilai kesopanan dan saling menghormati pada setiap manusia maka akan terjalin kebersamaan dan adanya kepedulian antar sesama manusia. Jadi sikap kepribadian bangsa timur yang terkenal akan ke ramah tamahan nya harus di tiru agar terbangun sikap positif di dalam kepribadian masing-masing individu.
Kebudayaan Timur adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara melakukan berbagai macam pelatihan fisik dan mental. Pelatihan fisik dapat dicontohkan dengan cara menjaga pola makan dan minum ataupun makanan apa saja yang boleh dimakan dan minuman apa saja yang boleh di minum, karena hal tersebut dapat berpengaruh pada pertumbuhan maupun terhadap fisik. Sedangkan untuk pelatihan mental yaitu dapat berupa kegiatan yang umumnya/mayoritas dilakukan sendiri, seperti : bersemedi, bertapa, berdo’a, beribadah, dll.
D. Kebudayaan
Dari berbagai definisi, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
E. Unsur-unsur Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu:
1. Bahasa
Bahasa adalah suatu pengucapan yang indah dalam elemen kebudayaan dan
sekaligus menjadi alat perantara yang utama bagi manusia untuk
meneruskan atau mengadaptasi kan kebudayaan. Bentuk bahasa ada dua yaitu
bahasa lisan dan bahasa tulisan.
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan itu berkisar pada pegetahuan tentang kondisi alam
sekelilingnya dan sifat sifat peralatan yang dipakainya. Sistem
pengetahuan meliputi ruang pengatahuan tentang alam sekitar, flora dan
fauna, waktu, ruang dan bilangan, sifat sifat dan tingakh laku sesama
manusia, tubuh manusia.
3. Sistem Kemasyarakatan atau Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah sekelompok masyarakat yang anggotanya merasa
satu dengan sesamanya. Sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial yang
meliputi: kekerabatan, asosiasi dan perkumpulan, sistem kenegaraan,
sistem kesatuan hidup, perkumpulan.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Yang dimaksud dengan teknologi adalah jumlah keseluruhan teknik yang
dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara
bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan bahan
mentah, pemrosesan bahan bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja,
penyimpanan, pakaian, perumahan, alat trasportasi dan kebutuhan lain
yang berupa benda meterial.
Unsur teknologi yang paling menonjol adalah kebudayaan fisik yang
meliputi, alat alat produksi, senjata, wadah, makanan dan minuman,
pakaian dan perhiasan, tempat berlindung dan perumahan serta alat alat
transportasi.
5. Sistem mata pencaharian hidup
Sistem mata pencaharian hidup merupakan segala usaha manusia untuk
mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan. Sistem mata pencaharian
hidup atau sistem ekonomi yang meliputi, berburu dan mengumpulkan
makanan, bercocok tanam, peternakan, perikanan, perdagangan.
6. Sistem Religi
Sistem religi dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang terpadu antara
keyakinan dan praktek keagamaan yang berhubungan dengan hal hal suci dan
tidak terjangkau oleh akal. Sistem religi yang meliputi, sistem
kepercayaan, sistem nilai dan pandangan hidup, komunikasi keagamaan,
upacara keagamaan.
7. Kesenian
Secara sederhana eksenian dapat diartikan sebagai segala hasrat manusia
terhadap keindaha. bentuk kendahan yang beraneka tagam itu timul dari
permainan imajinasi kreatif yang dapat memberikan kepuasan batin bagi
amnusia. Secara garis besar, kita dapat memetakan bentuk kesenian dalam
tiga garis besar, yaitu seni rupa, seni suara dan seni tari.
F. Wujud Kebudayaan
Menurut Koentjaraningrat terdapat 3 wujud dalam 7 unsur kebudayaan, yaitu:
1. Pertama wujud kebudayaan sebagai ide, gagasan, nilai, atau norma.
Wujud pertama berbentuk absarak, sehingga tidak dapat dilihat dengan indera penglihatan. Wujud ini terdapat di dalam pikiran masyarakat. Ide atau gagasan banyak hidup bersama dengan masyarakat. Gagasan itu selalu berkaitan dan tidak bisa lepas antara yang satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antara setiap gagasan ini disebut sistem.
2. Kedua wujud kebudayaan sebagai aktifitas atau pola tindakan manusia dalam masyarakat.
Wujud kebudayaan yang kedua disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial dijelaskan Koentjaraningrat sebagai keseluruhan aktifitas manusia atau segala bentuk tindakan manusia yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Aktifitas ini dilakukan setiap waktu dan membentuk pola-pola tertentu berdasarkan adat yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Tindakan-tindakan yang memiliki pola tersebut disebut sebagai sistem sosial oleh Koentjaraningrat. Sistem sosial berbentuk kongkrit karena bisa dilihat pola-pola tindakannya dengan indra penglihatan.
3. Ketiga adalah wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
Kemudian wujud ketiga kebudayaan disebut dengan kebudayaan fisik. Wujud kebudayaan ini bersifat konkret karena merupakan benda-benda dari segala hasil ciptaan, karya, tindakan, aktivitas, atau perbuatan manusia dalam masyarakat.
G. Orientasi Nilai Budaya
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang
dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly
kelima masalah pokok tersebut adalah:
1. Hakikat hidup manusia
Hakikat hidup setiap kebudayaan berbeda, ada yang berusaha untuk
memadamkan hidup, ada juga dengan pola-pola kelakuan tertentu menganggap
kehidupan sebagai suatu hal yang baik.
2. Hakikat karya manusia
Setiap kebudayaan hakikat berbeda-beda, ada yang beranggapan bahwa karya
bertujuan untuk hidup, karya memberikan kedudukan atau kehormatan,
karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakikat waktu manusia
Ada yang mementingkan orientasi masa lampau, ada juga yang berpandangan untuk masa kini atau masa yang akan datang.
4. Hakikat alam manusia
Ada kebudayaan menganggap manusia harus mengksploitasi alam, ada juga
yang beranggapan manusia dengan alam harus harmonis dan manusia harus
menyerah pada alam.
5. Hakikat hubungan manusia
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia
lainnya baik kepada sesamanya maupun kepada tokoh-tokoh. Ada pula yang
berpandangan individualistis.
H. Perubahan Kebudayaan
Perubahan kebudayaan ditandai dengan perubahan unsur-unsur budaya masyarakat yang dianggap tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman untuk kemudian dibentuk suatu kesatuan budaya baru yang sesuai dengan tuntutan zaman.
Berikut adalah contoh dari perubahan kebudayaan, yaitu:
1. Contoh Difusi
Difusi
adalah menyebarnya salah satu unsur kebudayaan di suatu ke tempat ke
kebudayaan di tempat lain. Difusi terjadi karena terdapat rasa sama,
memiliki manfaat, dan kecocokan dengan budaya asing tersebut. Misalnya
aliran musik Barat yang kini telah memasuki aliran musik Indonesia dan
cara berkomunikasi melalui jejaring sosial dari Barat yang telah
merambat ke seluruh dunia. Perkembangan globalisasi juga mempermudah
terjadinya difusi.
2. Contoh Asimilasi
Asimilasi
adalah interaksi antara dua kebudayaan yang berbeda menjadi kebudayaan
baru namun tidak lepas dari dua kebudayaan sebelumnya. Biasanya
kebudayaan baru ini mengambil nilai-nilai positif dari dua kebudayaan
sebelumnya dan membuang nilai-nilai negatifnya. Asimilasi timbul karena
terdapat rasa toleransi antara kedua masyarakat dari dua kebudayaan yang
berbeda tersebut. Contoh asimilasi adalah kebudayaan Hindu di India dan
kebudayaan masyarakat Bali yang menjadi sebuah kebudayaan yang amat
berbeda dari kebudayaan Bali dan kebudayaan Hindu India namun tetap
tidak lepas dari kedua kebudayaan tersebut.
3. Contoh Akulturasi
Akulturasi
adalah perpaduan kebudayaan yang berbeda yang berlangsung secara damai
dan serasi serta tidak menghilangkan unsur-unsur asli dari kedua
kebudayaan tersebut. Misalnya saat masuknya agama Islam ke tanah Jawa
yang pada saat itu kebudayaan Hindu masih sangat kental. Namun saat ini
agama Islam berlangsung sesuai dengan ajarannya dan kebudayaan Hindu di
pulau Jawa masih ada hingga kini.
4. Contoh Sosialisasi
Sosialisasi
adalah perubahan yang terjadi karena suatu kebudayaan bersinggungan
dengan kebudayaan lain sehingga yang satu akan mengalah. Contohnya
adalah seorang anak yang rajin yang pindah ke sekolah yang mayoritas
siswanya pemalas. Secara tidak disadari siswa tersebut ikut menjadi
pemalas.
I. Kaitan Manusia Dengan Kebudayaan Manusia dan kebudayaan, memang dua hal yang tidak bias dipisahkan, karena kehidupan manusia sangat terikat sekali dengan kebudayaan. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar