Minggu, 18 Agustus 2019

Analisis Amblesnya Tanah di Surabaya

Forensik dan Penilaian Bangunan
Studi Kasus: Amblesnya Tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya.



Selasa, 18 Desember 2018 telah terjadi peristiwa amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Hal ini mengakibatkan tanah amblas sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter. Peristiwa ini dinilai sebagai kegagalan dalam industri konstruksi.


Berdasarkan dari beberapa sumber berita yang penulis amati penyebab amblesnya Jalan Raya Gubeng dikarenakan beberapa hal, yang pertama adalah terabaikannya aspek geologi atau struktur tanah. Dalam hal ini kontraktor kurang memerhatikan kondisi tanah di sekitarnya. Yang kedua adalah terjadinya kesalahan dalam pelaksanaan konstruksi, pada daerah tersebut terdapat proyek pembangunan basement Rumah Sakit Siloam, dimana penggalian tersebut mencapai kedalaman 19 meter. Dinding penahan jalan atau retaining wall mengalami collapse atau runtuh, sehingga tembok penahan tanah pada proyek pembangunanan basement Gedung RS Siloam itu tidak mampu menahan beban lateral dari Jalan Raya Gubeng sehingga mengenai jalan raya. Analisa penulis berdasarkan foto-foto yang terdapat di media online, jika dilihat dari bentuk keruntuhan tembok penahan tanah yang ada disebabkan karena tahapan pelaksanaannya tidak mengikuti prosedur.
Tujuan analisa ini bukan mencari siapa/pihak mana yang bersalah, melainkan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang.



Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan dari beberapa berita, penulis menyarankan agar dalam proses pembangunan konstruksi hal yang harus diutamakan adalah memastikan terlebih dahulu kelaiakan postur tanah dan muka air tanah nya. Memperhatikan dan mencermati benar pada saat proses pengerukan tanah, pemdatan, dan juga pada sistem struktur penopang jalannya. Berikutnya adalah, memastikan bangunan gedung di sekitar kejadian dalam kondisi stabil.




Referensi: 

Kamis, 10 Januari 2019

BASE ISOLATOR PADA BANGUNAN (Konsep Dasar dan Desain Pemasangannya Pada Bangunan) (Universitas Gunadarma Review)


Seperti yang kita ketahui, sebagian wilayah di dunia ini merupakan daerah yang rawan gempa, kita sebagai masyarakat berharap agar para ahli struktur mampu mendesain bangunan yang aman terhadap gempa. Dengan desain bangunan yang aman terhadap gempa ini, bisa membuat kita merasa aman dan nyaman yaa teman-teman. Kita juga dapat memiliki waktu lebih untuk menyelamatkan diri dan keluar dari bangunan tersebut jika terjadi gempa.
Untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, para ahli struktur menggunakan alat-alat peredam gempa (damper). Alat peredam gempa ini ada macam nya lohh, mulai dari bantalan karet (base isolation seismic bearing) dan alat-alat lainnya.

1. Konsep Dasar Base Isolation
Konsep dasar dari base isolation itu sangat sederhana, menggunakan material khusus peredam getaran (seismic isolator) yang terletak diantara bangunan dan pondasi dasar, gunanya untuk mencegah getaran gempa langsung mengenai struktur.
Prinsip utama dari cara kerja base isolator ini yaitu memperpanjang waktu getar alami strukut akibat gempa, jadi gaya gempa yang disalurkan ke struktur menjadi lebih kecil dan tidak membahayakan struktur beserta isinya.
Naah dalam aplikasinya, bantalan karet tersebut dipasang disetiap kolom, yaitu diantara pondasi dan bangunan. Bantalan karet alam ini, berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa. Sedangkan lempengan bajanya, gunanya itu untuk menambah kekakuan bantalan karet, sehingga penurunan bangunan pada saat bertumpu di atas bantalan karet tidak terlalu besar.
Gaya reaksi yang sampai pada bangunan tersebut dapat dikurangi loh teman-teman, caranya itu melalui penggunaan bantalan karet tahan gempa ini. Pada dasarnya, cara perlindungan bangunan oleh bantalan karet tahan gempa ini, dicapai melalui penggunaan getaran gempa bumi ke arah horizontal.  Naah getaran ini yang dapat menimbulkan gaya reaksi yang besar dan dapat merusak atau bahkan meruntuhkan bangunan-bangunan.
Dibawah ini saya menampilkan visual dari bantalan karet/ base isolation yang saat ini sedang saya bahas.


2. Desain Pemasangan Isolasi Seismic
a. Elastomeric Based Isolators
Awalnya seismic isolation bearings ini menggunakan pelat baja dengan baut yang melekat pada bearing. Lalu pada saat ini industri teknologi telah memproduksi isolasi seismic menggunakan pelat flens/ load plates, yang dilekatkan menjadi satu pada bagian atas dan bawah bearing pada saat produksi. Bentuk load plate ini beragam teman-teman, ada yang berbentuk lingkaran, bujur sangkar/ segi empat semuanya tergantung pada kondisi proyek itu sendiri.
b. Dasar Desain
Isolaton bearing pada struktur harus mampu mentransfer gaya geser, beban vertikal, dan momen lentur. Dasar desain tergantung pada spesifikasi proyek, tapi harus tetap mengikuti ketentuan nilai-nilai tegangan izin AASHTO/AISC yaa agar desainnya aman.
c. Desain Actions
Bearing dibaut pada bagian struktur atas dan bawah ini berfungsi sebagai ujung kolom yang nantinya akan menerima momen desain.
d. Desain Baut
Prosedur desain pemasangan pelat penghubung didasarkan pada asumsi distribusi gaya baut. Fungsi baut disini adalah untuk menahan beban aksial dan momen.
e. Desain Plat
Pada pelat yang berbentuk lingkaran, asumsi distribusi gayanya sama dengan distribusi gaya pada pelat segi empat yang dapat dipakai sebagai dasar perhitungan.

3. Lokasi Pemasangan Isolator pada Gedung
Naah pada point ke-3 ini, saya mencantumkan gambar berupa contoh pemasangan isolator pada gedung. berikut gambarnya:

4. Contoh Detail Pemasangan Isolator pada gedung
Untuk point ke-4 ini, saya mencantumkan gambar detail dari pemasangan isolator pada gedung. Semoga teman-teman dapat melihatnya dengan jelas yaa.


Source:


Nama: Risma Indra Dewi
NPM: 16315074
Kelas: 4TA06
Dosen Pengajar: I Kadek Bagus Widana Putra, S.T., M.T.
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma