Seperti yang kita ketahui, sebagian wilayah di dunia ini merupakan daerah yang rawan gempa, kita sebagai masyarakat berharap agar para ahli struktur
mampu mendesain bangunan yang aman terhadap gempa. Dengan desain bangunan yang aman terhadap gempa ini, bisa membuat kita merasa aman dan nyaman yaa teman-teman. Kita juga dapat memiliki waktu lebih untuk menyelamatkan diri dan keluar dari bangunan tersebut jika terjadi gempa.
Untuk melindungi struktur
bangunan dari gempa, para ahli struktur menggunakan alat-alat peredam gempa (damper). Alat peredam gempa ini ada macam nya lohh, mulai dari bantalan karet (base isolation seismic bearing) dan
alat-alat lainnya.
1. Konsep
Dasar Base Isolation
Konsep dasar dari base isolation itu sangat sederhana, menggunakan material
khusus peredam getaran (seismic isolator)
yang terletak diantara bangunan dan pondasi dasar, gunanya untuk mencegah getaran
gempa langsung mengenai struktur.
Prinsip utama dari cara kerja base isolator ini yaitu memperpanjang
waktu getar alami strukut akibat gempa, jadi gaya gempa yang disalurkan ke
struktur menjadi lebih kecil dan tidak membahayakan struktur beserta isinya.
Naah dalam aplikasinya, bantalan karet tersebut
dipasang disetiap kolom, yaitu diantara pondasi dan bangunan. Bantalan karet
alam ini, berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa. Sedangkan lempengan
bajanya, gunanya itu untuk menambah kekakuan bantalan karet, sehingga penurunan
bangunan pada saat bertumpu di atas bantalan karet tidak terlalu besar.
Gaya reaksi yang sampai pada bangunan tersebut dapat dikurangi loh teman-teman, caranya itu melalui penggunaan bantalan karet tahan gempa ini. Pada
dasarnya, cara perlindungan bangunan oleh bantalan karet tahan gempa ini,
dicapai melalui penggunaan getaran gempa bumi ke arah horizontal. Naah getaran ini yang dapat menimbulkan gaya reaksi yang besar dan dapat merusak atau bahkan meruntuhkan bangunan-bangunan.
Dibawah ini saya menampilkan visual dari bantalan karet/ base isolation yang saat ini sedang saya bahas.
2. Desain
Pemasangan Isolasi Seismic
a. Elastomeric Based Isolators
Awalnya seismic
isolation bearings ini menggunakan pelat baja dengan baut yang melekat pada bearing. Lalu pada saat ini industri teknologi telah
memproduksi isolasi seismic menggunakan pelat flens/ load plates, yang dilekatkan menjadi satu pada bagian atas dan bawah bearing pada saat produksi. Bentuk load plate ini beragam teman-teman, ada yang berbentuk lingkaran, bujur sangkar/ segi empat semuanya tergantung pada kondisi
proyek itu sendiri.
b. Dasar
Desain
Isolaton bearing pada struktur harus mampu mentransfer gaya geser, beban vertikal, dan momen lentur.
Dasar desain tergantung pada spesifikasi proyek, tapi harus tetap mengikuti
ketentuan nilai-nilai tegangan izin AASHTO/AISC yaa agar desainnya aman.
c. Desain
Actions
Bearing dibaut pada bagian struktur atas dan
bawah ini berfungsi sebagai ujung kolom yang nantinya akan menerima momen
desain.
d. Desain
Baut
Prosedur desain pemasangan pelat penghubung didasarkan
pada asumsi distribusi gaya baut. Fungsi baut disini adalah untuk menahan beban
aksial dan momen.
e. Desain
Plat
Pada pelat yang berbentuk lingkaran, asumsi
distribusi gayanya sama dengan distribusi gaya pada pelat segi empat yang dapat
dipakai sebagai dasar perhitungan.
3. Lokasi Pemasangan Isolator pada Gedung
Naah pada point ke-3 ini, saya mencantumkan gambar berupa contoh pemasangan isolator pada gedung. berikut gambarnya:
4. Contoh Detail Pemasangan Isolator pada gedung
Untuk point ke-4 ini, saya mencantumkan gambar detail dari pemasangan isolator pada gedung. Semoga teman-teman dapat melihatnya dengan jelas yaa.
Source:
Nama: Risma Indra Dewi
NPM: 16315074
Kelas: 4TA06
Dosen Pengajar: I Kadek Bagus Widana Putra, S.T., M.T.
Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Gunadarma