Sabtu, 23 Januari 2016

Tugas Ilmu Sosial Dasar 9

Assalamualaikum wr wb,,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi tugas Ilmu sosial Dasar ke-9 yang membahas tentang fungsi agama dalam masyarakat.

1. FUNGSI AGAMA
Dalam menjalani hidup, manusia memerlukan agama sebagai pedoman dalam membimbing dan mengarahkan kehidupannya agar selalu berada di jalan yang benar. Manusia membutuhkan agama tidak sekedar untuk kebaikan dirinya dihadapan Tuhan saja, melainkan juga untuk membantu dirinya dalam menghadapi bermacam-macam problema yang terkadang tidak dapat dipahaminya.
Fungsi Agama dalam Masyarakat meliputi :
a. Sumber pedoman hidup
b. Mengatur tata cara hubungan manusia dengan tuhannya ataupun manusia dengan manusia
c. Tuntunan tentang kebenaran atau kesalahan
d. Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
e. Pedoman untuk menanamkan keyakian
f. Pedoman keberadaan
g. Pengungkapan estetika (keindahan)
h. Pedoman untuk rekreasi dan hiburan
i. Memberikan identitas pada manusia sebagai umat suatu agama
.
 
Perkembangan iptek mempunyai konsekuensi penting bagi agama.Sekulerisai cenderung mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pengalaman keagamaan. Kebanyakan agama yang menerima nilai- nilai institusional baru adalah agama – agama aliran semua aspek kehidupan. Dimensi komitmen agama menurut Roland Robertson:
- Dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
- Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
- Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.
- Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu
- Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.

2. PELEMBAGAAN AGAMA
Kaitan agama dengan masyarakat dikelompokknya kedalam 3 tipe (tidak secara keseluruhan):
a. Masyarakat yang terbelakang dan nilai-nilai sakral. Tipe ini menggambarkan sekelompok orang yang menganut kepercayaan serta kelompok agama yang sama sehigga tipe ini disebut sebagai tipe yang kecil, terisolasi dan terbelakang. 
b. Masyarakat pra-industri yang sedang berkembang. Tipe yang lebih baik dr tipe sebelumnya. Terlihat dari berbagai macam acara atau upacara dalam merayakan suatu acara keagamaan serta adanya perkembangan teknologi yang mendominasi ketimbang tipe pertama serta jauh dari kesan terisolasi. 
c. Masyarakat industri sekular. Tipe ini mencirikan masyarakat industri yang semakin tinggi dlm bidang teknologi, shg watak masyarakat sekular tidak terlalu mementingkan agama. Misalnya pemikiran agama, praktek agama, dan kebiasaan agama lainnya yg seharusnya dilakukan tetapi kini mulai berkurang.

Pelembagaan agama adalah suatu tempat atau lembaga dimana tempat tersebut untuk membimbing manusia yang mempunyai atau menganut suatu agama dan melembagai suatu agama.seperti di Indonesia pelembagaan agamanya seperti MUI (Majelis Ulama Indonesia),yang menghimpun para ulama indonesia untuk menyatukan gerak langkah islam di Indonesia, MUI yang melembagai atau membimbing suatu agama khususnya agama islam.
dengan kata lain pelembagaan agama adalah wadah untuk menampung aspirasi-aspirasi di setiap masing-masing agama. ketika ada selisih paham yang tidak sependapat dengan agama yang bersangkutan, maka masalah tersebut di bawa ke pelembagaan agama, untuk di tindak lanjuti.dengan memusyawarahkan masalah tersebut dan di ambil keputusan bersama dan di sepakati bersama pula.

3. AGAMA, KONFLIK DAN MASYARAKAT
Contoh-contoh dan kaitannya tentang konflik yang ada dalam agama dan masyarakat.
a. Pengalaman tokoh agama yang merupakan pengalaman kharismatik, akan melahirkan suatu bentuk perkumpulan keagamaan yang akan menjadi organisasi keagamaan terlembaga.
b. Pengunduran diri atau kematian figure kharismatik akan melahirkan krisis kesinambungan. Analisis yang perlu adalah mencoba memasukkan struktur dan pengalaman agama, sebab pengalaman agama, apabila dibicarakan, akan terbatas pada orang yang mengalaminya.
c. Lembaga keagamaan pada puncaknya berupa peribadatan, misalnya pada kewajiban ibadah haji dan munculnya organisasi keagamaan.
 
 
 
 
 

Tugas Ilmu Sosial Dasar 8

Assalamualaikum wr wb,,
Salam sejahtera bagi kita semua, pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi kebutuhan daru tugas Ilmu Sosial Dasar yang bersangkutan dengan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan.

1. ILMU PENGETAHUAN
Pada kesempatan kali ini izinkan saya untuk terlebih dahulu menjabarkan pengertian dari pengetahuan. Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan panca indra, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Pada intinya, pengetahuan bersifat spontan, subjektif dan intuitif. Pengetahuan berkaitan erat dengan kebenaran, yaitu kesesuaian antara pengetahuan yang dimiliki manusia dengan realitas yang ada pada objek.
Lalu, apa itu ilmu pengetahuan?
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia sari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Sikap ilmiah adalah sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap ilmuwan dalam melakukan tugasnya (mempelajari, meneruskan, menolak/menerima serta mengubah/menambah suatu ilmu). Dan untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan objektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah.
4 hal sikap yang ilmiah, yaitu:
a. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif.
b. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada.
c. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dan budi yang digunakan untuk mencapai ilmu.
d. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali. 

2. TEKNOLOGI
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagia berikut:
> Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
>   Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
>    Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis  menjadi kegiatan teknis
>    Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
>    Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
>    Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
Ciri-ciri teknologi barat adalah sebagai berikut:
a. Bersifat Intensif pada semua kegiatan manusia. 
b. Cenderung bergantung pada sifat ketergantungan. 
c. Selalu berpikirbahwa barat adalah pusat dari segala teknologi.
 
3. ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN NILAI
Ilmu Pengetahuan, yaitu: sesuatu yang secara teratur diperoleh dengan pangkal tumpuan tertentu dengan sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif serta memiliki arti atau makna tersendiri bagi penerimanya.
Teknologi, yaitu: sesuatu yang berhubungan dengan proses produksi, menyangkut cara bagaimana berbagai sumber, tanah, modal, tenaga kerja dan keterampilan dikombinasikan untuk merealisasi tujuan produksi.
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
 
4. KEMISKINAN
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain.
Mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, keterampilan, dan lain-lain.
b. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti, seperti untuk memperoleh tanah garapan atau modal usaha.
c. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai tamat SD.
d. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas.
e. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai keterampilan.
Berikut merupakan beberapa fungsi kemiskinan dari berbagai bidang: 
- Fungsi Ekonomi : penyediaan tenaga untuk pekerjaan tertentu, menimbulkan dana sosial , membuat lapangan kerja baru dan memanfaatkan pemulung dalam mengumpulkan barang bekas.
- Fungsi sosial : Menimbulkan rasa simpatik, sehingga munculnya badan amal dan zakat untuk menolong kaum miskin yang ada.
- Fungsi cultural : Sumber inspirasi kebijaksanaan teknokrat, sumber inspirasi sastawan dan memperkaya budaya saling mengayomi antar sesama manusia.
- Fungsi politik : sebagai kaum yang merasakan kinerja pemerintahan dalam perbaikan ekonomi, dan sebagai kaum yang mengkritik jika perekonomian tidak mengalami perubahan.