Senin, 26 Desember 2016

Kisah si Burung Betina



Hari itu, mungkin adalah hari terburuk bagi si burung betina
Dimana pada hari itu pasangannya memilih untuk pergi meninggalkannya
Melupakan semua janji yang dulu mereka buat
Meninggalkan banyak harapan atas apa yang mereka jalin selama ini
Meninggalkan banyak kenangan dan perjuangan yang telah mereka lalui
Meninggalkan sangkar indah yang selama ini mereka bangun bersama-sama
Dan meninggalkan sebuah tanda tanya besar atas kepergian burung jantan.

Burung jantan pergi tanpa mau tau apa yang ada difikiran burung betina saat kehilangannya
Burung jantan pergi tanpa memikirkan bagimana perasaan burung betina
Burung jantan pergi tanpa sadar kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi burung betina
Burung jantan pergi tanpa memikirkan segala kemungkinan yang akan datang setelah kepergiannya
Burung jantan pergi tanpa sebuah pelukan hangat.

Burung betina merasa kecewa atas kepergian burung jantan
Burung betina merasa hancur atas keputusan yang diambil oleh burung jantan
Burung betina merasa terkhianati atas apa yang telah dilakukan oleh burung jantan
Burung betina merasa bingung atas dasar apa burung jantan pergi meninggalkannya.

Disaat hati memilih untuk menunggu kepulangan burung jantan namun otaknya memilih untuk melupakan
Disaat hati memilih untuk sabar namun otaknya memilih untuk marah atas apa yang dilakukan burung jantan
Disaar hati memilih untuk memaafkan namun otaknya memilih untuk membenci
Disaat hati memilih untuk bungkam namun otaknya memilih untuk berkata
Disaat kasih sayang dibalas dengan kehilangan
Disaat keperdulian justru dibalas dengan sikap acuh
Disaat kesetiaan dibalas dengan sebuah pengkhianatan
Disaat kesabaran dibalas dengan ketidak tau dirian

Disini, disaat burung betina mengharapkannya kembali burung jantan itu justru sedang hinggap disangkar lain
Mencari suasana baru yang baginya sangkar lamanya adalah sebuah penjara
Mencari kebahagian baru yang selama ini dia cari
Mencari jati diri yang selama ini dia bilang tidak pernah dia temukan di sangkar lamanya
Menikmati indahnya alam yang selama ini dia bilang tidak pernah dia nikmati
Menikmati kebersamaan bersama burung lainnya yang selama ini dia bilang tidak pernah ada waktu untuk bersenang-senang

Disini, ditempat yang sama dengan perasaan dan harapan yang sama burung betina menunggu burung jantan itu kembali ke sangkar mereka yang indah dan menyadari semua kesalahannya.
Burung betina setia menunggu kepulangan burung jantan tanpa dia tau akankah burung jantan itu kembali lagi atau tidak
Tanpa dia tau, apabila burung jantan itu kembali ke sangkar mereka akankan dengan perasaan yang sama
Dan tanpa dia tau, jika burung jantan itu akan kembali kapankah waktu itu akan datang.
Entah semua yang telah dilakukan oleh burung betina adalah sebuah bentuk kasih sayang atau justru adalah sebuah kebodohan.

Berfikirlah Sebelum Anda Berbicara



“Jangan mengumbar-umbar janji dikala sedang bahagia, dan jangan pula mengambil keputusan disaat sedang emosi.”

Kita sering kali melakukan dua hal ini, disaat sedang bahagia banyak janji-janji yang terucap baik secara sadar maupun tidak. Padahal belum tentu janji yang kita ucap tersebut dapat kita penuhi. Janji adalah hutang, dimana suatu saat hutang tersebut akan ditagih.
Jangan mengingkari sebuah janji, apalagi janji terhadap seseorang. Disaat orang tersebut telah menaruh sebuah harapan atas janji kita, dan pada saat itu kita mengingkari nya. Bisa jadi secara tak sadar kita telah melukai dan menghancurkan hati orang tersebut.

Jangan ambil keputusan disaat sedang emosi, karna nanti nya hasil dari keputusan kita tersebut akan menjadi sebuah penyesalan atau bahkan akan menjadi sebuah boomerang bagi diri kita sendiri. Jangan ambil keputusan disaat sedang emosi, penyesalan tersebut bisa saja kita rasakan seumur hidup kita.

Berjanjilah seperlu nya dan sebisa mungkin janji tersebut untuk kita penuhi agar tidak melukai perasaan orang lain atau bahkan diri sendiri. Dan ambil lah keputusan disaat hati dan fikiran sedang tenang karna yakinlah, disaat hati dan fikiran tenang disitulah keputusan terbaik yang kita dapat.

Rabu, 14 Desember 2016

Quotes



“You will be with who you love.” –Nabi Muhammad SAW

“What I want you to remember is that even if you give up on yourself, Allah won’t.” – @_quransunnah_

“Do not let this pain drown you. Remember you will gain strength only when you are at the most weakest point. And once you do you will have the ability to overcome what you once thought you’d never be able to do.” –Henna.K

“It is okay to let pain in, to invite sadness in for the night. But you do not have to make it feel at home. You do not have to let it crawl into bed with you. You do not have to brew it coffee in the morning when it wakes up next to you. When the sun rises and you feel it pulling you back under the covers - Promising familiarness and warmth - stop. Leave it like a dying animal at the foot of your bed. Toss it out onto the street, when it whimpers - do not look back. You are worth so much more than a love affair with pain and not everything that hurts is poetry.” –Sahar MJ

“Sekali kau mengendalikan harapan dan keinginan memiliki, maka sebesar apapun wujud kehilangan, kau akan siap menghadapinya.” –Tereliye

“Segala yang telah pergi, niscaya akan kembali. Entah bernama kenangan, atau berupa kerinduan.” –Candra Malik

“Semoga yang telah pergi, akan ada yang datang mengganti. Dan yang kehilangan, semoga semesta menuntun langkah untuk lekas saling menemukan.”
–Edelweisbasah

“Jangan pernah lelah mencintai diri sendiri. Seberarti apapun seseorang, setega apapun orang lain. Cintailah diri sendiri! Supaya ketika seseorang yang kau cinta meninggalkanmu, kau hanya kehilangan seseorang, tetapi tisak kehilangan gairah hidup. Supaya ketika seseorang yang berarti itu pergi darimu, kau tetap memiliki modal untuk bahagia, bersama siapapun. Itulah cinta kita kepada diri sendiri, itulah pentingnya cinta kepada diri sendiri.” –Zarry Hendrik