Jumat, 25 Desember 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar 7

Assalamualaikum wr wb,
Pada kesempatan kali ini saya akan mamenuhi kebutuhan tugas Ilmu Sosial Dasar ke-7, yaitu bersangkutan dengan pertentangan sosial dan integrasi masyarakat.

PERTENTANGAN SOSIAL DAN INTEGRASI MASYARAKAT



1. Perbedaan kepentingan
Kepentingan merupakan dasar dari timbulnya tingkah laku individu. Individu bertingkah laku karena adanya dorongan untuk memenuhi kepentingannya, sama halnya dengan konflik. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantara nya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan sebagainya. Kepentingan ini sifatnya esensial bagi kelangsungan hidup individu itu sendiri, jika individu berhasil memenuhi kepentingannya, maka ia akan merasakan kepuasan dan sebaliknya kegagalan dalam memenuhi kepentingan akan menimbilkan masalah baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Masalah yang terjadi dalam kehidupan itu sangatlah bermacam-macam karena setiap individu itu mempunyai suatu kepentingan sendiri-sendiri yang berikabatkan suatu perbedaan suatu kehidupan sosial yang terjadi dalam bermasyarakat.
Perbedaan kepentingan itu antara lain berupa :
a. kepentingan individu untuk memperoleh kasih sayang
b. kepentingan individu untuk memperoleh harga diri
c. kepentingan individu untuk memperoleh penghargaan yang sama
d. kepentingan individu untuk memperoleh prestasi dan posisi

2. Pengertian diskriminasi dan ethosentris
Diskriminasi ialah perlakuan pembedaan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung atau tak langsung terhadap orang atau kelompok dengan didasarkan pada ras, agama, umur, status sosial, status ekonomi, bahasa, keyakinan politik, atau karakteritik yang lain.
Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusian untuk membeda-bedakan yang lain.
Diskriminasi dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
b. Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.Diskriminasi ditempat kerja
Diskriminasi dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk:
>dari struktur upah,
>cara penerimaan karyawan,
>strategi yang diterapkan dalam kenaikan jabatan, atau
>kondisi kerja secara umum yang bersifat diskriminatif.
Etnosentrisme adalah sikap yang menggunakan pandangan dan cara hidup dari sudut pandangnya sebagai tolak ukur untuk menilai kelompok lain/menilai unsur-unsur kebudayaan lain dengan menggunakan kebudayaan sendiri. Etnosentrisme dapat diartikan pula sebagai sikap yang menganggap cara hidup bangsanya merupakan cara hidup yang paling baik. Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan budaya dan adat istiadat antarkelompok masyarakat tersebut akan menimbulkan konflik sosial akibat adanya sikap etnosentrisme.
Etnosentrisme akan terus marak apabila pemiliknya tidak mampu melihat human encounter sebagai peluang untuk saling belajar dan meningkatkan kecerdasan, yang selanjutnya bermuara pada prestasi. Ketika suku bangsa yang satu menganggap suku bangsa yang lain lebih rendah maka sikap demikian akan menimbulkan konflik. Konflik tersebut, misalnya kasus sara, yaitu pertentangan yang didasari oleh suku, agama, ras, dan antargolongan. Dampak negatif yang lebih luas dari sikap etnosentrisme antara lain:
a.    Mengurangi keobjektifan ilmu pengetahuan
b.    Menghambat pertukaran budaya
c.    Menghambat proses asimilasi kelompok yang berbeda
d.    Memacu timbulnya konflik sosial.

3. Pertentangan dan ketegangan dalam masyarakat
Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dasar dari suatu konflik, yaitu :
- terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik
- unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan
- terdapat interraksi diantar bagian-bagian yang mempunyai perbedaan tersebut.

Konflik merupakan suatu tingkah laku yang dibedakan dengan emosi-emosi tertentu yang sering dihubungkan dengan kebencian atau permusuhan, konflik dapat terjadi pada lingkungan diri seseorang, kelompok, dan masyarakat. Adapun cara pemecahan konflik tersebut :


> Elimination, pengunduran diri dari salah satu pihak yang terlibat konflik
> Subjugation atau Domination, pihak yang mempunyai kekuasaan terbesar dapat memaksa pihak lain untuk mengalah
> Majority Rule, artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting
> Minority Consent, artinya kelompok mayoritas yang menang, namun kelompok minoritas tidak merasa dikalahkan dan menerima keputusan serta kesepakatan untuk melakukan kegiatan bersama
> Compromise, artinya semua sub kelompok yang terlibat dalam konflik berusaha mencari dan mendapatkan jalan tengah
> Integration, artinya pendapat-pendapat yang bertentangan didiskusikan, dipertimbangkan, dan ditelaah kembali sampai kelompok mencapai suatu keputusan yang memuaskan bagi semua pihak.

4. Golongan-golongan yang berbeda dan integrasi sosial
Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan sosial yang dipersatukan oleh kesatuan nasional yang berwujudkan Negara Indonesia. Masyarakat majemuk dipersatukan oleh sistem nasional yang mengintegrasikannya melalui jaringan-jaringan pemerintahan, politik, ekonomi, dan sosial. Aspek-aspek dari kemasyarakatan tersebut, yaitu Suku Bangsa dan Kebudayaan, Agama, Bahasa, Nasional Indonesia.
Masalah besar yang dihadapi Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan, tetapi keserasian persatuan. Masyarakat majemuk tetap berada pada kemajemukkannya, mereka dapat hidup serasi berdampingan (Bhineka Tunggal Ika), berbeda-beda tetapi merupakan kesatuan.



Integrasi Sosial adalah:adalah merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat menjadi satu kesatuan. Unsur yang berbeda tersebut meliputi perbedaan kedudukan sosial,ras, etnik, agama, bahasa, nilai, dan norma. Syarat terjadinya integrasi sosial antara lain:
> Anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan mereka.
> Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan bersama mengenai norma dan nilai sosial yang dilestarikan dan dijadikan pedoman.
> Nilai dan norma berlaku lama dan tidak berubah serta dijalankan secara konsisten




5. Pengertian integrasi nasional
Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa.
Pengertian ini berhubungan dengan paham idealisme untuk mengenal dan memahami sesuatu harus dicari kaitannya satu dengan yang lain. Dan untuk mengenal manusia harus dikaitkan dengan masyarakat di sekitarnya dan untuk mengenal suatu masyarakat harus dicari kaitannya dengan proses sejarah.
Beberapa permasalahan integrasi nasional
a) Perbedaan Ideoloogi
b) Kondisi masyarakat yang majemuk
c) Masalah territotial daerah yang berjarak cukup jauh
d) Pertumbuhan partai politik






Tugas Ilmu Sosial Dasar 6

Assalamualaikum wr wb,
Pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ke-6, yaitu bersangkutan dengan masyarakat pedasaan dan masyarakat perkotaan.

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
1. Pengertian Masyarakat
Pertama-tama izinkan saya untuk menjelaskan pengertian umum dari masyarakat. Masyarakat itu apasih? Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup/semi terbuka. Suatu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Masyarakat juga suatu kelompok manusia yang mempunyai tatanan kehidupan, norma-norma, asat istiadat yang sama-sama ditaati dalam ingkungannya.

2. Syarat-syarat menjadi masyarakat
Beberapa syarat untuk menjadi masyarakat, yaitu sebagai berikut:
a. Interaksi diantara sesama anggota masyarakat
b. Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu
c. Saling tergantung satu dengan lainnya
d. Memiliki adat istiadat tertentu/kebudayaan
e. memiliki identitas bersama

3. Pengertian masyarakat perkotaan
Apa pengertian dari masyarakat perkotaan/urban community? Sebenarnya pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian. Suatu kelompok/masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat kota apabila penghunu setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

4. Tipe-tipe masyarakat
Tipe-tipe masyarakat ada 2, yaitu:
-Masyarakat kecil yang belum kompleks, yaitu masyarakat yang belum menghenal pembagian kerja, struktur, dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagi satu kesatuan.
- Masyarakat yang sudah kompleks, yaitu masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan sudah maju, teknologi maju, dan sudah mengenal tulisan.

5. Ciri-ciri masyarakat kota
Sebenarnya ada banyak ciri-ciri masyarakat perkotaan, namun saya hanya mengambil beberapa saja yang sangat menonjol. Yaitu, sebagai berikut:
a. Kehidupan keagamaan berkurang, hal ini karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler.
b. Sikap mandiri yang kuat dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingga cenderung individualistis
c. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan
d. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/keahlian
e. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi

6. Perbedaan antara desa dan kota
Kita dapat membedakan anatara masyarakat desa dengan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing mempunyai sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda.
Berikut adalah beberapa perbedaan antara desa dan kota, yaitu:
a. Jumlah dan kepadatan penduduk
b. Pola interaksi sosial
c. Lingkungan hidup
d. Corak kehidupan sosial
e. Solidaritas sosial
f. Mata pencaharian

7. Hubungan desa dengan kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali antara satu dengan yang lainnya. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Hubungan kota dengan desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat yang menang, karena itu dalam hubungan desa dengan kota, makin besar suatu kota maka semakin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan pedesaan.
Hubungan desa dengan kota, yaitu:
a. Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
b. Kota tergantung dengan desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan
c. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu

8. Aspek positif dan aspek negatif

- Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
- Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
- Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.

- Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
- Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).


9. Unsur-unsur lingkungan perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, yaitu mengandung 5 unsur yang meliputi: 
a. Wisma: unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatansosial dalam keluarga. 
b. Karya : Unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat ; misalnya bagi kehidupan perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal,serta kegiatan kerja lainnya. 
c. Marga : Unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya di dalam kota (hubungan internal), serta hubugan antara kota itu dengan kota-kota atau daerah lainnya (hubungan eksternal). 
d. Suka : Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkantoran untuk memnuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas-fasilitas hiburan, rekreasi, petamanan, kebudayaan, dan kesenian. 
e. Penyempurnaan : Unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam ke empat unsur di atas, termasuk fasilitas keagamaan, perkuburan kota, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jaringan utilitas umum.

10. Fungsi eksternal kota

Fungsi eksternal kota, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pembangunan kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.


11. Pengertian desa, beserta ciri-ciri desa
Dalam kehidupan sehari-hari atau secara umum sering di istilahkan dengan kampung ,yaitu suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok masyrakat di mana sebagian besar mata pencaharianya sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atau berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi).
Berikut beberapa ciri dari desa yang saya ambil berdasarkan garis besarnya:
a. Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam
b. Pertanian sangat bergantung pada musim
c. Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
d. Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
e. Norma agama dan hukum adat masih kuat.

12. Ciri-ciri masyarakat pedesaan
>Sistem kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekelurgaan (paguyuban). 
>Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
>Mata pencaharian utama para penduduk biasanya petani
>Faktor geografis sangat berpengaruh terhadap corak kehidupan masyarakat
> Adat-istiadat dan norma agama kuat.

13. Macam-macam pekerjaan gotong-royong 
Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan.
Contoh dari gotong-royong sendiri adalah seperti :
1. Membersihkan lingkungan bersama
2. Adanya sistem ronda untuk menjaga lingkungan
3. Saling membantu sesama warga
4. Bahu membahu dalam pembangunan desa


14.  Sifat dan hakekat masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan.

Masyarakat desa dinilai oleh orang kota sebagai masyarakat damai, harmonis, adem ayem dan tenang.
Memiliki sifat :
– petani tidak kolot, tidak bodoh, tidak malas
– sifat hidup penduduk desa rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha


15. Macam-macam gejala masyarakat pedesaan
> Konflik (Pertengkaran)
Menurut orang kota, masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Pertengkaran-Pertengkaran ini terjadi biasanya berkisar masalah sehari-sehari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
>Kontraversi (Pertentangan)
Pertentangan yang terjadi ini bisa disebabkan olej perubahan konsep-konsep kebudayaan/adat istiadat, psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna/ilmu hitam.
>Kompetisi (Persiapan)
Sesuai kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat daya saing. Oleh karena itu, maka wujud persaingan itu bisa positif dan negatif. Wujud saing secara positif apabila saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasu dan produksi. Wujud saing negatifnya apabila persaingan ini hanya berhentu pada sifat ini, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarlan fitnah-fitnah saja.
>Kegiatan pada masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.

16. Sistem budaya petani Indonesia
a. Para petani di Indonesia terutama di pulau jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunnyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadnag untuk mencapai kedudukannya.
c. Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu. Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau mengenang kekayaan masa lampau menanti datangnya kembali sang ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka).
d. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali.  Mereka cukup saja menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
e. Dan unutk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu tergantung kepada sesamanya.
 
17. Unsur-unsur desa dan fungsinya
- Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaanya.
- Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
- Tata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa.
Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan dan tidak berdiri sendiri.

18. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan 
Kehidupaan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dsb. Kesan seperti ini karena masyarakat kota hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pengalaman.
Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan sosisal, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem lainnya.