Pagi itu, 13 September 2016. Saya
terbangun, jarum jam menunjukkan pukul 04:00. Pada saat itu saya menginap dikosan Yana dan Yani bersama dengan
Lia dan Nadiela. Kami segera bergegas untuk mandi dan rapih-rapih. Sekitar
pukul 4:15 Fida yang satu kosan bersama dengan Yana dan Yani menyampar. Perjalanan kami menuju pulau Pari dimulai disini. Pada saat kami ingin berangkat ke stasiun Universitas Indonesia, kami semua
memutuskan untuk jalan kaki, dikarenakan lokasi nya yang tidak jauh. Oi teman
kami, yang sudah sampai di stasiun lebih dulu memberitahukan kami jika kereta
yang menuju ke Kota sudah hampir tiba. Sedangkan pada saat itu kami belum tiba
di stasiun. Mendengar kabar itu kami semua seger berlari guna untuk mengejar
kereta yang akan datang, berharap pada saat kami tiba kereta menuju Kota belum
jalan. Sayang, usaha kami lari berujung sia-sia. Kami semua, termasuk Oi
memutuskan untuk menunggu kereta selanjutnya.
Sesampainya kami distasiun Kota, kami
bertemu dengan teman-teman 1TA05 lainnya yang sudah lebih dulu sampai. Namun
ada satu teman kami yang benama Kiki sampai pada pukul 6 pagi tidak kunjung datang.
Kami memutuskan untuk meninggalkan Kiki. Untuk menuju ke pelabuhan kami menyewa
2 angkot. Sesampainya di pelabuhan Kali Adem kami masih menunggu Kiki yang tak
kunjung datang. Setelah menunggu Kiki cukup lama akhirnya Kiki pun tiba. Kami
semua telat sekitar 30menit dari jadwal yang telah ditentukan untuk menyebrang
pulau.
(Keadaan di pelabuhan Kali Adem)
Diperjalanan menyebrangi pulau, teman kami
yang bernama Yana dia mengalami mabok laut. Keadaan kapal yang menghantam ombak
memang membuat kami semua merasakan mual. Untuk menghilangkan mual tersebut
kami semua bernanyi dan bercanda-canda. Masa-masa yang sangat menyenangkan.
(Keadaan diatas kapal menuju pulau Pari)
Yeeeeayyyyyy…….setelah kurang lebih 2 jam
kami menyebrangi pulau akhirnya pada pukul 10 pagi kami semua tiba di pulau
Pari. Di pulau Pari tersebut kami menyewa 2 homestay
untuk laki-laki dan perempuan. Dikarenakan kami semua kurang tidur dan
perjalanan yang cukup membuat pusing akhirnya kami memutuskan untuk
beristirahat sejenak. Sebelum snorkeling pada pukul 14:00, kami semua melakukan
makan siang, solat zuhur, dan berfoto-foto.
(Foto kenangan berada di dalam homestay perempuan)
Waktu menunjukkan pukul 14:00, kami semua
bergegas naik ke kapal untuk menuju ke lokasi snorkeling. Sesampainya kami
disana, kami segera turun ke laut dan melihat ikan-ikan yang berada
disekeliling kami. Ditambah lagi pada saat kami memberi makan ikan. Tak banyak
dari kami yang tidak sengaja meminum air laut akibat pertama kali melalukan snorkeling.
Sanda, teman kami dengan badannya yang tidak kecil (maaf ya san) selalu
bertingkah konyol dan membuat kami semua selalu menertawakannya.
(Sesaat sebelum Snorkeling)
(Foto disaat snorkeling bersama ikan-ikan)
Tak terasa waktu sudah menjukkan pukul
16:30, kami semua naik ke kapal dan kembali ke pulau Pari. Setelah sampai di
pulau Pari kami semua kembali ke homestay
dan mengambil sepeda untuk menuju ke pantai Pasir Perawan. Bersepeda sore dipulau
pari ditambah warga nya yang sangat ramah membuat kami merasa dirumah sendiri.
Sesampainya kami di pantai Pasir Perawan kami disuguhi dengan pemandangan
pantai yang sangat cantik, layaknya kami sedang berada di pantai pribadi.
Setelah puas main air di pantai kami bermain voli, di daerah pantai tersebut
sudah disediakan lapangan, bola serta net nya.
(Foto kenangan saat berada di Pantai Perawan)
(Foto kenangan saat berada di Pantai Perawan)
Sebelum azan magrib kami semua kembali ke homestay untuk membersihkan diri, solat
dan makan malam. Selesai makan, kami semua berkumpul di homestay anak perempuan dan bermain werewolf sampai pukul 21:00. Setalah
bermain werewolf kami semua bersepeda
malam menuju ke pantai Pasir Perawan lagi untuk barbecue. Indahnya malam, makan bersama, canda tawa kebersamaan
1TA05 ditambah deru ombak yang tenang membuat suasana semakin hangat. Sayang,
akibat kecapekan dan terlalu sering terkena angin laut teman kami, Yana dan
Sanda sakit.
(Foto sebagian anak 1TA05 pada saat barbecue)
Hari kedua di pulau Pari, sebagian dari
kami bersepeda menuju ke Bukit Matahari dan sebagiannya lagi masih tidur akibat
kecapekan. Sepulangnya dari Bukit Matahari kami langsung sarapan dan siap-siap
untuk berkemas pulang. Karena pada saat itu bukan hari libur maka keberangkatan
pulang dari pulai Pari menuju pelabuhan Kali Adem dipercepat. Sebelum pulang
kami semua menyempatkan untuk mengabadikan moment-moment indah kami disana.
(Pemandangan di dekat Bukit Matahari)
(Foto Kenangan sebelum pulang ke Jakarta)
(Foto kenangan sebelum pulang ke Jakarta)
Setelah naik kapal untuk pulang, kami
terlelap tidur akibat kecapekan dan untuk mereda rasa pusing yang terjadi
akibat hantaman ombak pada kapal kami. Setelah sampai di pelabuhan Kali adem
angkot yang kemarin mengantar kami kesini datang untuk menjemput. Namun hanya 1
angkot yang datang, akibatnya kami semua desak-desakan didalam angkot. Bagi
kami desak-desakan tersebut adalah bagian dari kebersamaan yang tak akan pernah
kami lupakan.
(Keadaan di dalam angkot saat desak-desakan)
Sesampainya di stasiun Kota, sebagian dari
kami berpisah dikarenakan rumahnya yang tak jauh dari stasiun kota. Sebagian lagi,
melanjutkan perjalanan pulang kerumah dengan kereta. Kebersamaan kami di pulai
Pari memang tak lama namun kenangan yang kami ukir disana tidak akan pernah
terlupakan.
Terimakasih kawan-kawan 1TA05-ku.
Terimakasih telah mengukir kenangan pahit, sedih dan manis (lebih sering manis)
dalam hidupku. Kalian semua telah menjadi bagian dari sejarah perjuanganku
dalam mencapai masa depan. Kalian semua adalah keluarga keduaku. Kita semua
akan tetap menjadi keluarga walaupun kita semua tidak sekelas lagi. Kita semua
akan terus berjuang sama-sama untuk mencapai gelar Sarjana Teknik.