Sabtu, 05 November 2016

1TA05 Go To Pari Island

Pagi itu, 13 September 2016. Saya terbangun, jarum jam menunjukkan pukul 04:00. Pada saat itu saya menginap dikosan Yana dan Yani bersama dengan Lia dan Nadiela. Kami segera bergegas untuk mandi dan rapih-rapih. Sekitar pukul 4:15 Fida yang satu kosan bersama dengan Yana dan Yani menyampar. Perjalanan kami menuju pulau Pari dimulai disini. Pada saat kami ingin berangkat ke stasiun Universitas Indonesia, kami semua memutuskan untuk jalan kaki, dikarenakan lokasi nya yang tidak jauh. Oi teman kami, yang sudah sampai di stasiun lebih dulu memberitahukan kami jika kereta yang menuju ke Kota sudah hampir tiba. Sedangkan pada saat itu kami belum tiba di stasiun. Mendengar kabar itu kami semua seger berlari guna untuk mengejar kereta yang akan datang, berharap pada saat kami tiba kereta menuju Kota belum jalan. Sayang, usaha kami lari berujung sia-sia. Kami semua, termasuk Oi memutuskan untuk menunggu kereta selanjutnya.
Sesampainya kami distasiun Kota, kami bertemu dengan teman-teman 1TA05 lainnya yang sudah lebih dulu sampai. Namun ada satu teman kami yang benama Kiki sampai pada pukul 6 pagi tidak kunjung datang. Kami memutuskan untuk meninggalkan Kiki. Untuk menuju ke pelabuhan kami menyewa 2 angkot. Sesampainya di pelabuhan Kali Adem kami masih menunggu Kiki yang tak kunjung datang. Setelah menunggu Kiki cukup lama akhirnya Kiki pun tiba. Kami semua telat sekitar 30menit dari jadwal yang telah ditentukan untuk menyebrang pulau.

(Keadaan di pelabuhan Kali Adem)
 
Diperjalanan menyebrangi pulau, teman kami yang bernama Yana dia mengalami mabok laut. Keadaan kapal yang menghantam ombak memang membuat kami semua merasakan mual. Untuk menghilangkan mual tersebut kami semua bernanyi dan bercanda-canda. Masa-masa yang sangat menyenangkan.

                                               (Keadaan diatas kapal menuju pulau Pari)

Yeeeeayyyyyy…….setelah kurang lebih 2 jam kami menyebrangi pulau akhirnya pada pukul 10 pagi kami semua tiba di pulau Pari. Di pulau Pari tersebut kami menyewa 2 homestay untuk laki-laki dan perempuan. Dikarenakan kami semua kurang tidur dan perjalanan yang cukup membuat pusing akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat sejenak. Sebelum snorkeling pada pukul 14:00, kami semua melakukan makan siang, solat zuhur, dan berfoto-foto.

                                      (Foto kenangan berada di dalam homestay perempuan)

Waktu menunjukkan pukul 14:00, kami semua bergegas naik ke kapal untuk menuju ke lokasi snorkeling. Sesampainya kami disana, kami segera turun ke laut dan melihat ikan-ikan yang berada disekeliling kami. Ditambah lagi pada saat kami memberi makan ikan. Tak banyak dari kami yang tidak sengaja meminum air laut akibat pertama kali melalukan snorkeling. Sanda, teman kami dengan badannya yang tidak kecil (maaf ya san) selalu bertingkah konyol dan membuat kami semua selalu menertawakannya.

 (Sesaat sebelum Snorkeling)

                                   (Foto disaat snorkeling bersama ikan-ikan)

Tak terasa waktu sudah menjukkan pukul 16:30, kami semua naik ke kapal dan kembali ke pulau Pari. Setelah sampai di pulau Pari kami semua kembali ke homestay dan mengambil sepeda untuk menuju ke pantai Pasir Perawan. Bersepeda sore dipulau pari ditambah warga nya yang sangat ramah membuat kami merasa dirumah sendiri. Sesampainya kami di pantai Pasir Perawan kami disuguhi dengan pemandangan pantai yang sangat cantik, layaknya kami sedang berada di pantai pribadi. Setelah puas main air di pantai kami bermain voli, di daerah pantai tersebut sudah disediakan lapangan, bola serta net nya.

                                            (Foto kenangan saat berada di Pantai Perawan)

                                            (Foto kenangan saat berada di Pantai Perawan)

Sebelum azan magrib kami semua kembali ke homestay untuk membersihkan diri, solat dan makan malam. Selesai makan, kami semua berkumpul di homestay anak perempuan dan bermain werewolf sampai pukul 21:00. Setalah bermain werewolf kami semua bersepeda malam menuju ke pantai Pasir Perawan lagi untuk barbecue. Indahnya malam, makan bersama, canda tawa kebersamaan 1TA05 ditambah deru ombak yang tenang membuat suasana semakin hangat. Sayang, akibat kecapekan dan terlalu sering terkena angin laut teman kami, Yana dan Sanda sakit.

                               (Foto sebagian anak 1TA05 pada saat barbecue)

Hari kedua di pulau Pari, sebagian dari kami bersepeda menuju ke Bukit Matahari dan sebagiannya lagi masih tidur akibat kecapekan. Sepulangnya dari Bukit Matahari kami langsung sarapan dan siap-siap untuk berkemas pulang. Karena pada saat itu bukan hari libur maka keberangkatan pulang dari pulai Pari menuju pelabuhan Kali Adem dipercepat. Sebelum pulang kami semua menyempatkan untuk mengabadikan moment-moment indah kami disana.

                                    (Pemandangan di dekat Bukit Matahari)


                                             (Foto Kenangan sebelum pulang ke Jakarta)

                                   (Foto kenangan sebelum pulang ke Jakarta)
 
Setelah naik kapal untuk pulang, kami terlelap tidur akibat kecapekan dan untuk mereda rasa pusing yang terjadi akibat hantaman ombak pada kapal kami. Setelah sampai di pelabuhan Kali adem angkot yang kemarin mengantar kami kesini datang untuk menjemput. Namun hanya 1 angkot yang datang, akibatnya kami semua desak-desakan didalam angkot. Bagi kami desak-desakan tersebut adalah bagian dari kebersamaan yang tak akan pernah kami lupakan.

                                            (Keadaan di dalam angkot saat desak-desakan)
 
Sesampainya di stasiun Kota, sebagian dari kami berpisah dikarenakan rumahnya yang tak jauh dari stasiun kota. Sebagian lagi, melanjutkan perjalanan pulang kerumah dengan kereta. Kebersamaan kami di pulai Pari memang tak lama namun kenangan yang kami ukir disana tidak akan pernah terlupakan.
Terimakasih kawan-kawan 1TA05-ku. Terimakasih telah mengukir kenangan pahit, sedih dan manis (lebih sering manis) dalam hidupku. Kalian semua telah menjadi bagian dari sejarah perjuanganku dalam mencapai masa depan. Kalian semua adalah keluarga keduaku. Kita semua akan tetap menjadi keluarga walaupun kita semua tidak sekelas lagi. Kita semua akan terus berjuang sama-sama untuk mencapai gelar Sarjana Teknik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar