Assalamualaikum wr
wb.
Salam sejahtera bagi
kita semua..
Pada kesempatan kali
ini izinkan saya untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar ke-12, mengenai manusia
dan harapan. Pada materi ini terdapat 9 pembahasan utama yaitu, pengertian harapan, persamaan harapan dan cita-cita, contoh
harapan, pengertian doa, macam-macam doa, contoh doa, pengertian
kepercayaan, teori-teori kebenaran, usaha-usaha manusia untuk meningkatkan rasa
percaya kepada
Tuhan.
1. Pengertian harapan
Harapan
atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan
didapatkan atau suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan dating.
Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan
terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun adakalanya
harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang
mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.
2. Persamaan harapan dan cita-cita
Antara harapan dan
cita-cita terdapat persamaan, yaitu :
a. Keduanya menyangkut
masa depan karena belum terwujud.
b. Pada umumnya dengan
cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Tidak
semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita,
maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak
dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar
cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau
melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi. Bila dibandingkan dengan
cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan
cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang.
3. Contoh harapan
Pada
saat ini, saya berharap nilai Ulangan Tengah Semester ini mendapat hasil yang
memuaskan dan tak lupa tentu dengan berusaha sungguh-sungguh. Banyak sekali
contoh harapan yang lain apabila dijelaskan. Misalnya, berharap ingin mempunyai
rumah sendiri, berharap ingin menunaikan orang tua pergi haji, dan sebagainya.
4. Pengertian doa
Doa
adalah memohon atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah SWT seperti
meminta keselamatan hidup, rizki yang halal dan keteguhan iman. Sebaiknya kita
berdoa kepada Allah SWT setiap saat karena akan selalu didengar oleh-Nya. Doa
mempunyai tujuan, diantara lain :
a. Memohon hidup selalu
dalam bimbingan Allah SWT.
b. Agar selamat dunia akhirat.
c. Untuk mengungkapkan
rasa syukur kepada Allah SWT
d. Meminta perlindungan
Allah SWT dari Setan yang terkutuk.
e. Dan lain-lain.
5. Macam-macam doa
Syeikh
Abdurrahman bin Sa’diy berkata: “Setiap perintah di dalam al Qur’an dan
larangan berdoa kepada selain Allah, meliputi doa masalah (permintaan) dan doa
ibadah.”
Adapun
perbedaan antara kedua macam do’a tersebut adalah :
Doa
masalah (permintaan) adalah meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari
kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi
tiga, yaitu :
a. Permintaan yang
ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala.)
b. Permintaan yang
ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan
permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau
tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
c. Permintaan yang
ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa
dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau
membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
Doa
Ibadah maksudnya semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah
baik lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah
misalnya shalat, puasa, haji dan sebagainya. Tujuan utamanya adalah untuk
mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.
6. Contoh doa
Contoh
doa sehari – hari, yaitu :
a. Doa Sebelum Makan
“Allahumma baarik lanaa fiimaa
razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiimi.”
Artinya : Ya Allah berkahilah kami
dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari
siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR.
Ibnu as-Sani)
b. Doa Sesudah Makan
“Alhamdulillahilladzii ath’amanaa wa
saqaanaa wa ja’alanaa muslimiina.”
Artinya : Segala puji bagi Allah Yang
telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami muslim. (HR. Abu
Daud)
“Alhamdulilaahilladzi ath’amanii hadzaa
wa razaqaniihi min ghayri hawlin minnii wa laa quwwatin.”
Artinya : Segala puji bagi Allah yang
telah memberiku makanan ini dan melipahkannya kepadaku tanpa daya dan
kekuatanku. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
c. Doa Sebelum Tidur
“Bismikallahhumma ahyaa wa bismika
amuutu.”
Artinya : Dengan nama-Mu ya Allah aku
hidup dan dengan nama-Mu aku mati. (HR. Bukhari dan Muslim)
d. Doa Sesudah Bangun
Tidur
“Alhamdulillaahil ladzii ahyaanaa ba’da
maa amaatanaa wa ilayhin nusyuuru.”
Artinya : Segala puji bagi Allah yang
menghidupkan kami setelah mematikan kami. Kepada-Nya-lah kami akan kembali (HR.
Bukhari)
e. Doa Terkejut Bangun
Dari Tidur
“A’uudzu bikalimaatillahit tammaati min
ghadhabihi wa min syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisy syayaathiini wa an
yahdhuruuni.”
Artinya : Aku berlindung dengan kalimah
Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan
dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan Tir-middzi)
7. Pengertian kepercayaan
Kepercayaan
berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan
akan kebenaran. Maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah
kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan
hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran
pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang lain
itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang
yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima
dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar
kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dalam
agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya
diberitahukan oleh Tuhan langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam
agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas
keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan. Dalam hal
beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang
beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
8. Teori-teori kebenaran
a. Teori Kebenaran
Koherensi
Yaitu
adanya kesesuaian atau keharmonisan antara sesuatu yang lain dengan sesuatu
yang memiliki hirarki yang lebih tinggi dari sesuatu unsur tersebut, baik
berupa skema, sistem, ataupun nilai. Koherensi biasa pada tatanan sensual
rasional maupun pada dataran transcendental.
Teori
koherensi dapat juga disebut dengan teori konsistensi, yaitu teori yang
mengatakan, suatu pernyataan dianggap benar apabila pernyataan bersifat koheren
atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang telah dianggap
benar secara logis.
Contoh
:
Pernyataan
“Seluruh mahasiswa UNS harus mengenakan almamater saat perkuliahan
berlangsung.” Sulis adalah mahasiswa UNS, Sulis harus mengenakan almamater saat
perkuliahan berlangsung. Pernyataan tersebut adalah benar sebab pernyataan
kedua konsisten dengan pernyataan pertama.
b. Teori Kebenaran Korespondensi
Teori
korespondensi berpandangan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar apabila
materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan)
dengan pernyataan yang ada di alam atau obyek yang dituju pernyataan tersebut.
Berpikir
korespondensial adalah berpikir tentang terbuktinya sesuatu itu relevan dengan
sesuatu yang lain. Korespondensi relevan dibuktikan dengan adanya kejadian yang
sejalan atau berlawanan arah antara kenyataan dengan fakta yang diharapkan.
Contoh
:
Pernyataan
“Ibu adalah orang yang melahirkan kita”, pernyataan tersebut benar karena
faktanya memang ibulah yang telah melahirkan kita. Sedangkan pernyataan lain
“Bapak adalah orang yang melahirkan kita”, pernyataan tersebut tidak benar
sebab tidak ada obyek yang berhubungan dengan pernyataan tersebut. Jadi secara
faktual “Orang yang melahirkan kita bukan bapak, melainkan ibu”
c. Teori Kebenaran
Performatif
Adalah
kebenaran yang diputuskan atau dikemukakan oleh pemegang otoritas tertentu.
Masyarakat dapat menganggap suatu hal itu benar, meski terkadang bertentangan
dengan bukti-bukti empiris.
Dalam
kehidupan sehari-hari, manusia terkadang harus mengikuti kebenaran performatif.
Pemegang otoritas yakni pemerintah, pemimpin agama, pemimpin adat, pemimpin
masyarakat, dan sebagainya.
Kebenaran
performatif cenderung menjadikan manusia kurang inisiatif dan inovatif, karena
mereka hanya mengikuti kebenaran dari pemegang otoritas, sehingga tidak
terbiasa berfikir secara kritis dan rasional.
Contoh
:
Ketua
RT memutuskan bahwa hari minggu pada minggu pertama tiap bulan akan menjadi
agenda rutin untuk para warga melaksanakan kerja bakti, sebagian masyarakat
menyetujuinya, namun juga sebagian masyarakat ada yang tidak setuju dengan
keputusan tersebut.
d. Teori Kebenaran
Pragmatis
Teori
pragmatis mengatakan bahwa pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan
tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Maksudnya, suatu
pernyataan adalah benar apabila pernyataan atau konsekuensi dari pernyataan itu
mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia.
Contoh
:
Seseorang
yang mencetuskan ide untuk menciptakan suatu alat perontok padi, kemudian ide
tersebut direalisasikan hingga tercipta alat perontok padi yang dapat digunakan
oleh manusia untuk mempermudah pekerjaannya dalam proses merontokkan padi. Maka
alat perontok padi dianggap benar, karena alat tersebut adalah fungsional dan
mempunyai kegunaan.
e. Teori Kebenaran Proposisi
Menurut
Aristoteles, proposisi (pernyataan) dikatakan benar apabila sesuai dengan
persyaratan formal suatu proposisi. Kemudian pendapat lain dari Euclides,
proposisi bernilai benar tidak dilihat dari benar formalnya, tetapi dilihat
dari benar menurut materialnya.
f.
Teori
Kebenaran Paradigmatik
Yakni
suatu teori yang menyatakan benar apabila teori itu berdasarkan pada paradigma
atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuan yang mengakui paradigma
tersebut. Kebenaran paradigmatik sebenarnya pengembangan dari kebenaran
korespondensi. Paradigma berfungsi sebagai keputusan yuridiktif yang diterima
dalam hukum tak tertulis.
9. Usaha-usaha manusia untuk meningkatkan rasa
percaya kepada
Tuhan.
a.
Meningkatkan
ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
b.
Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat.
c.
Meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan
sebagainya.
d.
Mengurangi
nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
e. Menekan perasaan
negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.
