Assalamualaikum wr
wb.
Salam sejahtera bagi
kita semua..
Pada kesempatan kali
ini izinkan saya untuk memenuhi tugas Ilmu Budaya Dasar ke-11, mengenai manusia
dan kegelisahan. Pada
materi ini terdapat 12 pembahasan utama yaitu, pengertian kegelisahan,
macam-macam kegelisahan yang dialami manusia, sebab-sebab seseorang gelisah,
contoh-contoh kegelisahan manusia, usaha-usaha mengatasi kegelisahan manusia,
contoh-contoh mengatasi kegelisahan manusia, pengertian keterasingan, pengertian
kesepian, sebab-sebab seseorang mengalami kesepian, contoh-contoh seseorang
yang dilanda kesepian, pengertian ketidakpastian dan sebab-sebab
ketidakpastian.
1. Pengertian kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenang hatinya, selalu merasa
khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal
yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa
khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam
kecemasan.
Kegelisahan
merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan
sehari-hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan, kekhawatiran ataupun
ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah
frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami
frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.
2. Macam-macam kegelisahan
yang dialami manusia
Menurut
Sigmund Freud ada 3 macam kecemasan diantaranya:
a. Kecemasan objektif,
suatu pengalaman perasaan sebagai akibat dari pengamatan atau suatu bahaya di
dalam dunia luar.
b. Kecemasan neorotis,
timbul karena adanya pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Menurut Sigmund
Freud kecemasan neorotis meliputi kecemasan yang timbul karena penyesuaian
diri dengan lingkungan, bentuk ketakutan yang irasional (phobia) dan rasa takut
lain karena gugup, gagap dan sebagainya.
c. Kecemasan moril,
timbul karena pribadi seseorang. Tiap orang memiliki bermacam emosi, contohnya,
iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang.
3. Sebab-sebab seseorang
gelisah
a. Gelisah terhadap apa
yang dia lakukan baik buruk maupun tidak.
b. Gelisah terhadap
keputusan yang tidak memuaskan.
c. Gelisah karena takut
miliknya hilang.
Sebab-sebab orang
gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal
itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
4. Contoh-contoh
kegelisahan manusia
Contohnya:
bila ada suatu tanda bahaya (banjir, gunung meletus, atau perampokan), orang
tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya tersebut dapat mengancam
hak-hak seseorang seperti hak hidup, hak milik, hak perlindungan, hak nama baik
dan sebagainya.
5. Usaha-usaha mengatasi
kegelisahan manusia
Mengatasi
kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita
harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga
segala kesulitan dapat kita atasi.
Untuk
mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Tuhan.
Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa
Tuhanlah Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun.
6. Contoh-contoh mengatasi
kegelisahan manusia
Dokter
yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit,
justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya.
Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi
keluarganya yang sakit, karena ia merasa
khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus
bersikap seperti menghadapi pasien yang
bukan keluarganya.
7. Pengertian keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata ini berasal dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal orang. Sehingga kata terasing berarti
tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi
kata keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari
pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.
Terasing
atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah
mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang
berbeda satu sama lain.
8. Pengertian kesepian
Kesepian
berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lenggang, sehingga kata kesepian
berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah
mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu
bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
9. Sebab-sebab seseorang
mengalami kesepian
Bermacam-macam
penyebab terjadinya kesepian. Salah satunya adalah frustasi. Orang yang
frustasi tidak mau diganggu,ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka
bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri. Contoh : Pangeran Sidharta, putra
raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian, dan
keindahan. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan diluar istana yang
penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana dan pergi ke hutan ke tempat
yang lebih sunyi untuk mencari hakikat hidup.
10. Contoh-contoh
seseorang yang dilanda kesepian
Saat
keluarga sedang berkumpul tetapi ada anak mereka yang sibuk atas pekerjaan
sehingga anak pun merasa kesepian karena tidak bisa hadirnya dirinya saat
berkumpul bersama.
11. Pengertian ketidakpastian
Ketidak
pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat
ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Itu
semua dapat disebabkan karena pola pikir yang kurang bisa terfokus
(konsentrasi).
12. Sebab-sebab
ketidakpastian.
Orang
yang tidak bisa berpikir secara teratur, kurang bisa mengambil kesimpulan. Bila
ini terjadi, dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain,
sehingga kadang membuat jalan pikiran semakin menjadi kacau oleh hal tersebut.
Penyebab bisa berupa tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, kehilangan pengertian
dan lain sebagainya.
Beberapa
sebab orang tidak dapat berpikir dengan pasti ialah:
a. Obsesi,
merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang
terus menerus. Biasanya tentang hal-hal yang kurang menyenangkan.
b. Phobia,
ialah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau
kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
c. Kompulasi,
ialah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada
dorongan yang tidak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
d. Histeria,
ialah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman
pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri atau sugesti
dari sikap orang lain.
e. Delusi,
menunjukkan pikiran yang mengalami kekacauan, yang disebakan oleh suatu
keyakinan palsu, diluar akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai
dengang pengalaman.
f. Halusinasi,
ialah khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera maupun dengan
sugesti, seperti obat bius atau minuman yang memabukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar