Selasa, 10 November 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar 3

Assalamualaikum wr wb, salam sejahtera untuk kita semua..
pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi kebutuhan dari tugas ilmu sosial dasar yaitu mengenai pemuda dan sosialisasi.

INTERNALISASI BELAJAR DAN SOSIALISASI

1.1 Pengertian Pemuda dan Pengertian Sosialisasi

Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional. Pemuda juga mereka yang sedang menjalani transisi dari masa kanak-kanak menuju periode ke masa pendewasaan. Pemuda memiliki beban harapan-harapan terutama terhadap generasi sebelumnya. Ini merupakan hal yang biasa karena  pemuda diharapkan sebagai generasi penerus. Secara usia, UNESCO juga membatasi mereka yang dapat disebut sebagai pemuda adalah mereka yang berusia antara 15-24 tahun.

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.  Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.

1.2 Internasionalisasi Belajar dan Sosialisasi
Kedua kata internalisasi dan Sosialisasi pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi social. Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.

Internalisasi adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan sosialisasi adalah suatu proses yang mempelajari tentang norma-norma masyarakat yang akan membentuk keperibadiannnya di lingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya Internasionalisasi dan sosialisasi di dalam lingkungan masyarakat, maka tidak akan ada perubahan dilingkungan itu.
1.3 Proses Sosialisasi

Sosialisasi adalah proses belajar yang kompleks. Dengan sosialisasi, manusia sebagai makhluk biologis menjadi manusia yang berbudaya, yang cakap menjalankan fungsinya dengan tepat sebagai individu dan sebagai anggota kelompok.
Berikut ini adalah pengertian dari proses sosialisasi menurut beberapa ahli:

1. Menurut Krathwohl (1981)

Proses sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakat kelompoknyya atau kebudayaannya.

2. Laurence (1988)

Proses sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan belajar dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya.

3. Guire (1974)

Proses sosialisasi adalah proses penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif atau negatif yang akan menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh orang lain.

4. Lawang, Robert M.Z (1985)

Proses sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

1.4 Peranan Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain. Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial, atau dengan kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat kelompok. Solidaritas sosial yang secara menyeluruh (universal), serta dapat melepaskan keangkuhan dan kesombongan.

Mahasiswa tidak bisa melihat penderitaan orang lain, tidak bisa melihat ponderitan rakyat, tidak bisa melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun materil bagi siapa saja yang memerlukannya. Betapa peran sosial mahasiswa jauh dari pragmatisme dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang tak dapat terpisahkan dari rakyat. Walaupun upaya yang sistimatis untuk memisahkan mahasiswa dari rakyat telah gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang tidak ingin rakyat cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.



PEMUDA DAN IDENTITAS


2.1 Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Para pemuda harus bersaing ditengah-tengah kompetisi dunia yang semakin maju dengan pesat. Keadaan ini pula yang mengharuskan faktor-faktor pendukung seperti lembaga pendidikan dan pengawasan dari pihak yang lain untuk lebih kritis terhadap perkembangan generasi muda saat ini. Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:

1.       Landasan Idiil : Pancasila

2.       Landasan Konstitusional : UUD 1945

3.       Landasan Strategi : Garis – Garis Haluan Negara

4.       Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi

5.       Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat

2.2 Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda 
 
Generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional. Untuk itu generasi muda perlu mendapatkan perhatian khusus dan kesempatan yang seluas- luasnya untuk dapat tumbuh dan berkembang secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya. Pembinaan perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat dan tanggap terhadap pembangunan masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda yang berdaya guna dan berhasil guna.


Pengertian pokok pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu :

a.  Generasi Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.

b. Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.

2.3 Masalah-masalah  Generasi Muda

Masa muda yang dalam pencarian jati diri dalam hidupnya, masa transisi inilah perlu adanya bimbingan dari siapapun, baik dari orang tua atau orang yang lebih dewasa darinya sehingga mereka dapat lebih terarah dalam menjalani hidup ini. Masa muda memang dapat dikatakan masa yang sulit, karena seorang remaja akan menghadapi kesulitan dengan dirinya sendiri.

Banyaknya masalah yang di hadapi oleh para generasi muda, antara lain:

a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda 
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.



2.4  Potensi-potensi Generasi Muda


Meskipun generasi muda terkadang di pandang sebelah mata oleh sebagian orang namun sebenarnya  mereka memeliki  potensi yang  besar bila di asah dengan baik dan benar .

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

a. Idealisme dan Daya Kritis

Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga mereka dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari ide baru. merka juga cenderung  memiliki rasa ingin tau yang luar biasa akan sesuatu sehingga wawasan mereka lebih bisa menerima sesuatu yang.



b. Dinamika dan Kreativitas

Adanya idealisme pada generasi muda, yang menyebabkan mereka memiliki  kreativitas dan keberanian yang lebih untuk membuat atau menciptakan sesuatu yang baru.



c. Keberanian Mengambil Resiko

generasi muda  memiliki keberanian untuk mengambil keputusan keputusan beresiko  yang menyangkut dengan dirinya  dengan segala pengetahuan yang mereka miliki.



d. Optimis dan Kegairahan Semangat

kegagalan adalah sukses yang tertunda mungkin itulah yang dapat menjadi pegangan para generasi muda  dalam melewati segala tantangan. selain faktor umur yang cenderung masih panjang  dan faktor kepercayaan diri yang tinggi membuat mereka  memiliki semangat yang juga sangat besar dalam  melakukan suatu hal.



e. Patriotisme dan Nasionalisme

para generasi muda memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi  bermacam macam keindahan dan kelebihan bangsa yang dapat memicu mereka untuk lebih mencintai dan menjunjung tinggi bangsa indonesia.



f. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi

karena memiliki rasa ingin tau yang dan kreativitas yang tinggi , generasi muda lebih mudah mencerna ilmu ilmu yang baru  dan menerapkanya , terutama dalam segi teknologi karena mereka hidup di  zaman yang dipenuhi teknologi sehingga sarana pembelajaran mereka pun lebih banyak dan luas.


PERGURUAN DAN PENDIDIKAN

3.1 Mengembangkan Potensi Generasi Muda

Generasi muda memiliki peranan penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan bebas, tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan.

Banyak cara yang dapat ditempuh para generasi muda dalam mengembangkan potensi nya:

a.  Harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat
b. Harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
c. Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
d. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya

e.Mengembangkan potensi melalui hoby atau kesenangan masing-masing

f. Membangun rasa bangga pada diri sendiri. 


3.2 Pendidikan dan Perguruan Tinggi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

a. Pendidikan dasar
Merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

b. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

c. Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.


Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Perguruan Tinggi di bagi menjadi 2 bagian berdasarkan jenisnya, yaitu:1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara. 2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.

Perguruan Tinggi di bagi menjadi 6 bagian berdasarkan bentuknya, yaitu:
a. Universitas dalah perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan. Universitas merupakan perguruan tinggi yang memiliki program studi yang paling beragam, yaitu bidang eksakta, sosial, tehnologi dan bahasa. Bidang kemampuan tersebut dikelompokkan dalam fakultas – fakultas. Pada beberapa universitas ada yang lebih dipersempit lagi yang dinamakan jurusan.


b. Institut adalah Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, tehnologi dan kesenian yang sejenis. Di Institut, fakultas yang satu dengan fakultas yang lainnya berlandaskan ilmu sejenis.


c. Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam lingkup satu disilpin ilmu.

Catatan: a. Institut membuka sekelompok program studi sejenis

    b. Sekolah Tinggi satu program Studi saja


d. Akademi adalah Perguruan Tinggi ilmiah yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi atau lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga pendidikan ini menekankan mahasiswanya untuk mendalami ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 60% teori, 40% praktek.


e. Politeknik adalah Perguruan Tinggi ilmiah yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Sama dengan Akademi, lembaga pendidikan ini menekankan mahasiswanya untuk mendalami ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 45% teori, 55% praktek.


f. Politeknik yang ideal adalah politeknik yang dilengkapi dengan sarana yang memadai dengan jumlah siswa yang terbatas.

 

3.3 Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Pendidikan Tinggi

Mengapa semua individu khususnya di Indonesia wajib mengenyam pendidikan hingga tinggi? Mengenyam pendidikan hingga tinggi merupakan hal yang sangat penting, sebab dengan menuntut ilmu hingga perguruan tinggi membuat wawasan kita semakin luas, mengajarkan kita untuk bersosialisasi dengan orang yang ber aneka ragam sifat dan budaya. Karna di dunia perkuliahan banyak yang berasal dari berbagai etnis dan suku budaya, hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaan. Sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosiaslisasi terpanjang secara berencana dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya. Maka berbagai masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui oleh mahasiswa. Mahasiswa pada umum nya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan ber organisasi yang lebih baik dibandingkan generasi muda lainnya.