pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi kebutuhan dari tugas ilmu sosial dasar yaitu mengenai pemuda dan sosialisasi.
INTERNALISASI BELAJAR DAN SOSIALISASI
1.1 Pengertian Pemuda dan Pengertian Sosialisasi
Pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional. Pemuda
juga mereka yang sedang menjalani transisi dari masa kanak-kanak menuju periode
ke masa pendewasaan. Pemuda memiliki
beban harapan-harapan terutama terhadap generasi sebelumnya. Ini merupakan hal
yang biasa karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus.
Secara usia, UNESCO juga membatasi mereka yang dapat disebut sebagai pemuda
adalah mereka yang berusia antara 15-24 tahun.
Sosialisasi
adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan
dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau
masyarakat. Sosialisasi merupakan suatu proses di mana seseorang
menghayati norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang
unik, karena pada awal kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan
“diri”.
Kedua
kata internalisasi dan Sosialisasi pada dasarnya memiliki pengertian yang
hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi social. Istilah
internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang
menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma
kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma
tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.
Internalisasi
adalah perubahan dalam masyarakat. Sedangkan sosialisasi adalah suatu proses
yang mempelajari tentang norma-norma masyarakat yang akan membentuk
keperibadiannnya di lingkungan masyarakat. Jadi jika tidak adanya
Internasionalisasi dan sosialisasi di dalam lingkungan masyarakat, maka tidak
akan ada perubahan dilingkungan itu.
1.3 Proses Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses belajar
yang kompleks. Dengan sosialisasi, manusia sebagai makhluk biologis menjadi
manusia yang berbudaya, yang cakap menjalankan fungsinya dengan tepat sebagai
individu dan sebagai anggota kelompok.
Berikut ini adalah pengertian dari proses sosialisasi menurut beberapa ahli:
Berikut ini adalah pengertian dari proses sosialisasi menurut beberapa ahli:
1. Menurut Krathwohl (1981)
Proses sosialisasi adalah proses
yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan
menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakat
kelompoknyya atau kebudayaannya.
2. Laurence (1988)
Proses sosialisasi adalah proses
pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu
kebudayaan belajar dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya.
3. Guire (1974)
Proses sosialisasi adalah proses
penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif
atau negatif yang akan menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh orang lain.
4. Lawang, Robert M.Z (1985)
Proses sosialisasi adalah proses
mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan
untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.
1.4 Peranan Mahasiswa dan Pemuda di Masyarakat
Peranan
sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga
yang lainnnya di masyarakat. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah,
ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga
yang lain. Mahasiswa harus menumbuhkan jiwa-jiwa sosial, atau dengan
kata lain solidaritas sosial. Solidaritas yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat
kelompok. Solidaritas sosial yang secara menyeluruh (universal), serta dapat
melepaskan keangkuhan dan kesombongan.
Mahasiswa tidak bisa melihat
penderitaan orang lain, tidak bisa melihat ponderitan rakyat, tidak bisa
melihat adanya kaum tertindas dan di biarkan begitu saja. Mahasiswa dengan
sifat kasih dan sayangnya turun dan memberikan bantuan baik moril maupun
materil bagi siapa saja yang memerlukannya. Betapa peran sosial mahasiswa jauh
dari pragmatisme dan rakyat dapat merasakan bahwa mahasiswa adalah bagian yang
tak dapat terpisahkan dari rakyat. Walaupun upaya yang sistimatis untuk
memisahkan mahasiswa dari rakyat telah gencar dilakukan oleh pihak – pihak yang
tidak ingin rakyat cerdas dan sadar akan problematika ummat yang terjadi.
PEMUDA DAN IDENTITAS
2.1 Pola Dasar
Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Para pemuda harus
bersaing ditengah-tengah kompetisi dunia yang semakin maju dengan pesat.
Keadaan ini pula yang mengharuskan faktor-faktor pendukung seperti lembaga
pendidikan dan pengawasan dari pihak yang lain untuk lebih kritis terhadap
perkembangan generasi muda saat ini. Pola dasar pembinaan dan pembangunan
generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal
28 Oktober 1978.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan
generasi muda disusun berlandaskan:
1. Landasan Idiil :
Pancasila
2. Landasan
Konstitusional : UUD 1945
3. Landasan Strategi :
Garis – Garis Haluan Negara
4. Landasan Histories :
Sumpah Pemuda dan Proklamasi
5.
Landasan Normatif :
Tata nilai ditengah masyarakat
2.2 Pengertian Pokok Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber
daya insani bagi pembangunan nasional. Untuk itu generasi muda perlu
mendapatkan perhatian khusus dan kesempatan yang seluas- luasnya untuk dapat
tumbuh dan berkembang secara wajar baik jasmani, rohani maupun sosialnya.
Pembinaan perlu dilakukan dengan mengembangkan suasana kepemudaan yang sehat
dan tanggap terhadap pembangunan masa depan, sehingga akan meningkatkan pemuda
yang berdaya guna dan berhasil guna.
Pengertian pokok
pembinaan dan pengembangan Generasi Muda ada dua yaitu :
a. Generasi
Muda subyek adalah mereka yang telah dibekali ilmu dan kemampuan serta landasan
untuk dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa,
dalam rangka kehidupan berbangsa bernegara serta pembangunan nasional.
b.
Generasi Muda Obyek adalah mereka yang masih memerlukan bimbingan yang mengarah
kan kepada pertumbuhan potensi menuju ke tingkat yang maksimal dan belum dapat
mandiri secara fungsional di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta
pembangunan nasional.
Masa muda yang dalam pencarian jati diri dalam hidupnya,
masa transisi inilah perlu adanya bimbingan dari siapapun, baik dari orang tua
atau orang yang lebih dewasa darinya sehingga mereka dapat lebih terarah dalam
menjalani hidup ini. Masa muda memang dapat dikatakan masa yang sulit, karena
seorang remaja akan menghadapi kesulitan dengan dirinya sendiri.
a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.
2.4 Potensi-potensi Generasi Muda
Meskipun generasi muda terkadang di
pandang sebelah mata oleh sebagian orang namun sebenarnya mereka memeliki potensi yang
besar bila di asah dengan baik dan benar .
Potensi-potensi
yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut
:
a. Idealisme
dan Daya Kritis
Secara
sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga mereka
dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari ide baru.
merka juga cenderung memiliki rasa ingin
tau yang luar biasa akan sesuatu sehingga wawasan mereka lebih bisa menerima
sesuatu yang.
b. Dinamika dan
Kreativitas
Adanya
idealisme pada generasi muda, yang menyebabkan mereka memiliki kreativitas dan keberanian yang lebih untuk
membuat atau menciptakan sesuatu yang baru.
c. Keberanian
Mengambil Resiko
generasi
muda memiliki keberanian untuk mengambil
keputusan keputusan beresiko yang
menyangkut dengan dirinya dengan segala
pengetahuan yang mereka miliki.
d. Optimis dan
Kegairahan Semangat
kegagalan
adalah sukses yang tertunda mungkin itulah yang dapat menjadi pegangan para
generasi muda dalam melewati segala
tantangan. selain faktor umur yang cenderung masih panjang dan faktor kepercayaan diri yang tinggi
membuat mereka memiliki semangat yang
juga sangat besar dalam melakukan suatu
hal.
e. Patriotisme dan Nasionalisme
para generasi
muda memiliki lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi bermacam macam keindahan dan kelebihan bangsa
yang dapat memicu mereka untuk lebih mencintai dan menjunjung tinggi bangsa
indonesia.
f. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan
Teknologi
karena memiliki
rasa ingin tau yang dan kreativitas yang tinggi , generasi muda lebih mudah
mencerna ilmu ilmu yang baru dan
menerapkanya , terutama dalam segi teknologi karena mereka hidup di zaman yang dipenuhi teknologi sehingga sarana
pembelajaran mereka pun lebih banyak dan luas.
PERGURUAN
DAN PENDIDIKAN
3.1
Mengembangkan Potensi Generasi Muda
Generasi muda memiliki peranan
penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi
yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan
bebas, tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan.
Banyak cara
yang dapat ditempuh para generasi muda dalam mengembangkan potensi nya:
a. Harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan)
yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat
b. Harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
c. Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
d. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya
b. Harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya
c. Pengendalian fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat
d. Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umumnya
e.Mengembangkan potensi melalui hoby atau kesenangan
masing-masing
f. Membangun rasa bangga pada diri sendiri.
3.2
Pendidikan dan Perguruan Tinggi
Pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan
masyarakat.
Pendidikan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Pendidikan dasar
Merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
Merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
b. Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.
c. Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen. Perguruan Tinggi di bagi menjadi 2 bagian berdasarkan jenisnya, yaitu:1. Perguruan tinggi negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara. 2. Perguruan tinggi swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh swasta.
a. Universitas dalah perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik atau profesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan. Universitas merupakan perguruan tinggi yang memiliki program studi yang paling beragam, yaitu bidang eksakta, sosial, tehnologi dan bahasa. Bidang kemampuan tersebut dikelompokkan dalam fakultas – fakultas. Pada beberapa universitas ada yang lebih dipersempit lagi yang dinamakan jurusan.
b. Institut adalah Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan program pendidikan akademik dan profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, tehnologi dan kesenian yang sejenis. Di Institut, fakultas yang satu dengan fakultas yang lainnya berlandaskan ilmu sejenis.
c. Perguruan Tinggi sebagai lembaga ilmiah yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam lingkup satu disilpin ilmu.
Catatan: a. Institut membuka sekelompok program studi sejenis
b. Sekolah Tinggi satu program Studi saja
d. Akademi adalah Perguruan Tinggi ilmiah yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi atau lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Lembaga pendidikan ini menekankan mahasiswanya untuk mendalami ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 60% teori, 40% praktek.
e. Politeknik adalah Perguruan Tinggi ilmiah yang menyelenggarakan satu jurusan atau satu program studi dan lebih menekankan pada pendidikan kejuruannya. Sama dengan Akademi, lembaga pendidikan ini menekankan mahasiswanya untuk mendalami ketrampilan praktek kerja dan kemampuan untuk mandiri. Program pendidikannya adalah 45% teori, 55% praktek.
f. Politeknik yang ideal adalah politeknik yang dilengkapi dengan sarana yang memadai dengan jumlah siswa yang terbatas.
3.3
Alasan Untuk Berkesempatan Mengenyam Pendidikan Tinggi
Mengapa semua individu khususnya di Indonesia wajib mengenyam pendidikan
hingga tinggi? Mengenyam pendidikan hingga tinggi merupakan hal yang sangat
penting, sebab dengan menuntut ilmu hingga perguruan tinggi membuat wawasan
kita semakin luas, mengajarkan kita untuk bersosialisasi dengan orang yang ber
aneka ragam sifat dan budaya. Karna di dunia perkuliahan banyak yang berasal
dari berbagai etnis dan suku budaya, hal ini akan memperkaya khasanah
kebudayaan. Sebagai kelompok masyarakat yang
paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosiaslisasi
terpanjang secara berencana dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya. Maka
berbagai masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui oleh mahasiswa.
Mahasiswa pada umum nya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan
serta keterampilan ber organisasi yang lebih baik dibandingkan generasi muda
lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar