Teori antrian pertama
kali dikemukakan oleh A.K.Erlang, seorang ahli matematika bangsa Denmark pada
tahun 1913 dalam bukunya Solution of Some Problem in the Theory of Probability
of Significance in Automatic Telephone Exchange.
Teori Antrian : merupakan
bidang ilmu yang melakukan penelitian untuk mengidentifikasi dan mengukur
penyebab-penyebab serta konsekuensi-kosekuensi dari kegiatan mengantri, baik
orang atau barang yang sedang menunggu untuk dilayani.
Tujuan penggunaan teori
antrian adalah untuk merancang fasilitas pelayanan, untuk mengatasi permintaan
pelayanan yang berfluktuasi secara random dan menjaga keseimbangan antara biaya
pelayanan dan biaya yang diperlukan selama antri.
Antrian timbul disebabkan
oleh kebutuhan akan layanan melebihi kemampuan (kapasitas) pelayanan atau
fasilitas layanan, sehingga pengguna fasilitas yang tiba tidak bisa segera
mendapat layanan disebabkan kesibukan layanan. Pada banyak hal, tambahan
fasilitas pelayanan dapat diberikan untuk mengurangi antrian atau untuk
mencegah timbulnya antrian. Akan tetapi biaya karena memberikan pelayanan
tambahan, akan menimbulkan pengurangan.
Ciri – ciri operasi
sistem yang akan dipelajari adalah :
1. Wq adalah rata – rata waktu antri untuk setiap orang
2. W adalah rata – rata lamanya seseorang diproses dalam sistem
3. Lq adalah rata – rata banyaknya pengantri dalam antrian
4. L adalah rata – rata banyaknya pengantri dalam sistem
Menurut Siagian (1987),
antrian ialah suatu garis tunggu dari nasabah (satuan) yang memerlukan layanan
dari satu atau lebih pelayan (fasilitas layanan). Pada umumnya, sistem antrian
dapat diklasifikasikan menjadi sistem yang berbeda – beda di mana teori antrian
dan simulasi sering diterapkan secara luas. Klasifikasi menurut Hil ier dan Lieberman
adalah sebagai berikut :
1. Sistem pelayanan
komersial
2. Sistem pelayanan
bisnis – industri
3. Sistem pelayanan
transportasi
4. Sistem pelayanan
social
Komponen- Komponen
dasar Antrian
1. Kedatangan
Setiap masalah antrian
melibatkan kedatangan misalkan mobil, barang, panggilan telepon, perintah kerja
dan sebagainya. Unsur ini disebut proses input dimana terdiri dari sumber
kedatangan (calling population) dan cara terjadinya kedatangan yang umumnya
terjadi secara acak (random).
2. Pelayanan
Pelayanan atau mekanisme
pelayanan dapat terdiri dari satu atau lebih pelayanan atau fasilitas
pelayanan. Tiap-tiap fasilitas pelayanan disebut juga sebagai saluran(channel)
contohnya pada sebua check out counter supermarket dimana terkadang hanya ada
satu kasir, tetapi bisa juga diisi satu kasir dengan satu asisten yang
membenatu memasukkan barang ke kantong plastik hal penting dalam mekanisme
pelayanan ada 3 (tiga) hal, yaitu
- Tersedianya pelayanan
- Kapasitas pelayanan
- Lama pelayanan
3. Antri
Timbulnya antrian
tergantung dari sifat kedatangan dan proses pelayanan. ada istilah
"disiplin antri",
Struktur Dasar Proses
Antrian:
a. Satu saluran satu tahap (Single Channel Single Phase)
b. Banyaknya saluran satu tahap (Multi Channel Single Phase)
c. Satu saluran banyak tahap (Single Channel Multi Phase)
d. Banyak saluran banyak tahap (Multi Channel Multi Phase)
a. Satu saluran satu tahap (Single Channel Single Phase)
b. Banyaknya saluran satu tahap
c. Satu saluran banyak tahap
d. Banyak saluran banyak tahap (Multi Channel Multi Phase)
4. Mengukur Kinerja
Antrian
Heizer dan Render (2005 :
423) juga menambahkan komponen dasar antrian yaitu mengukur kinerja antrian.
Dalam hal ini model antrian membantu para manajer membuat keputusan untuk
menyeimbangkan biaya layanan dengan menggunakan biaya antrian dengan menganalisis
antrian akan dapat memperoleh banyak ukuran kenerjasebuah sistem antrian,
meliputi hal berikut:
- Waktu rata-rata
dihabiskan oleh pelanggan dalam antrian
- Panjang antrian
rata-rata
- Waktu rata-rata yang
dihabiskan pelanggan dalam sistem
- Jumlah pelanggan
rata-rata dalam sistem
- Probabilitas pelayanan
akan kosong
- Faktor utilisasi sistem
- Probabilitas pelanggan
berada dalam sistem
Satu saluran satu tahap (Single Channel Single Phase)
Single Channel menunjukan hanya
ada satu jalur untuk memasuki sistem pelayanan (hanya ada satu pelayannan).
Single Phase menunjukan hanya ada satu stasiun pelayanan sehingga yang telah
menerima pelayanan dapat langsung keluar dari sistem antrian. Satu saluran dan
satu tahap (single channel single phase) adalah model antrian yang sangat
sederhana dimana terdapat satu sisi masuk dan satu sisi keluar.
Contoh :
- pembelian tiket keret api antar kota
- pembelian tiket bus/ transjarakta
- pembayaran di minimarket/pasar yang dilayani seorang
pelayan toko
Banyaknya saluran satu tahap (Multi Channel Single Phase)
Sistem Multi Channel - Single
Phase terjadi jika ada dua atau lebih fasilitas pelayanan dialiri oleh suatu
aliran tunggal. Banyak saluran dan satu tahap (multi channel single phase) adalah model
antrian yang mempunyai banyak barisan serta hanya satu pelayanan.
Contoh :
- pelayanan nasabah di bank
- pelayanan potong rambut oleh beberapa tukang cukur
- pembayaran di supermarket ( Lotte Mart, Carrefour, dll)
berikut beberapa rumus yang dapat digunakan,
Sumber:





Tidak ada komentar:
Posting Komentar