Assalamualaikum wr wb,
Salam sejahtera untuk kita semua..
Pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi kebutuhan tugas Ilmu Sosial Dasar ke-5, yaitu menjelaskan tentang pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT
1. Pengertian
Pertama-tama izinkan saya untuk menjelaskan pengertian dari pelapisan sosial.
Apa itu pelapisan sosial? Pengertian pelapisan sosial secara umum merupakan sejumlah individu yang mempunyai kedudukan/status yang sama menurut ukuran masyarakatnya. Pelapisan sosial jg dapat berarti pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat.
2. Terjadinya pelapisan sosial
Bagaimana bisa pelapian sosial terjadi dilingkungan masyarakat? Terjadi nya pelapisan sosial tersebut memiliki 2 faktor, yaitu:
a. Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusunn sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya.
b. Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditunjukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.
3. Perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat
Perbedaan sistem pelapisan menurut sifatnya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
Dalam sistem ini, dimana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Sebagai contoh: Sistem kasta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat/bangsawan darah biru.
b. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka
pada sistem ini di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata/tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Contohnya: Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tingi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik lagi dengan sekolah/kuliah.
c. Sistem pelapisan sosial campuran
Kombinasi antara stratafikasi tertutup dan terbuka.
Seperti contohnya: Seorang Bali berkasta Brahmana di mana Brahmana merupakan kasta paling tinggi yang diperuntukkan golongan para pendeta, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.
4. Teori tentang pelapisan sosial
Beberapa teori mengenai pelapisan sosial, yaitu:
- Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga
unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan
mereka yang berada di tengah-tengahnya.
- Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan
bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai
olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
- Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda
setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia
pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki
kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
- Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam
seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada
masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul
ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua
(jumlahnya lebih banyak).
- Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat
yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas
yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di
dalam proses produksi.
5. Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah antonim dari pelapisan sosial atau stratifikasi, yang artinya tidak melihat seseorang dari kelas atau kelompok. Beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam undang-undang sebagai hak dan kewajiban asasi. PBB juga mencita-citakan adanya kesamaan derajat. terbukti dengan adanya universal Declaration of Human Right, yaitu lahir pada tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawa nya sejak lahir yang melekat pada dirinya.
6. Pasal-pasal UUD 1954 tentang persamaan hak
Negara Republik Indonesia membuat pasa-pasal tentang persamaan hak dengan maksud untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum. Yaitu sebagai berikut:
a. Pasal 27 Ayat 1 menetapkan bahwa: Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan tanpa kecuali.
b. Pasal 27 Ayat 2: Hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
c. Pasal 28: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang.
d. Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.
7. 4 pokok hak asasi dalam 4 pasal yang tercantum pada UUD 1945
Empat pokok hak-hak asasi dalam 4 pasal yang tercantum di UUD 1945 adalah sebagai berikut:
- Pokok pertama, mengenai kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara
di dalam hukum dan di muka pemerintahan.
Pasal 27 ayat 1 menetapkan
bahwa “Segala Warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan
Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan
tidak ada kecualinya.”
Di dalam perumusan ini dinyatakan adanya suatu kewajiban dasar di
samping hak asasi yang dimiliki oleh warga negara, yaitu kewajiban.
- Pokok Kedua, ditetapkan dalam pasal 28 ditetapkan, bahwa “kemerdekaan
berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan
dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang”.
- Pokok Ketiga, dalam pasal 29 ayat 2 dirumuskan kebebasan asasi untuk
memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara, yang berbunyi
sebagai berikut : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan
kepercayaannya itu”.
-Pokok Keempat, adalah pasal 31 yang mengatur hak asasi mengenai
pengajaran yang berbunyi : (1) “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat
pengajaran” dan (2) “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu
sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang”.
8. Pengertian elite
Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam
masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi
elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan
khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
9. Fungsi elite dalam memegang strategi
Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas
maupun yang lebih sempit selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu
golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki
kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan
dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap berbagai peranan yang
dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta meletakkan,dasar-dasar
kehidupan yang akan datang. Golongan minoritas yang berada pada posisi
atas secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi sosial
dikenal dengan elite.
10. Pengertian massa
Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, berkumpul disuatu tempat dan tidak individualistis. massa memeliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat "dalang" dibelakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka.
Manusia dalam melakukan berbagai kegiatan tidak akan terlepas dari
adanya hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Untuk itulah dalam
berhubungan dan berkomunikasi kita juga tidak terlepas dari adanya kerja
sama yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang saling
menguntungkan. Bentuk kerja sama ini dapat dibendung dalam satu wadah
kegiatan yang terkoordinir maupun yang tidak terkoordinir. Misalkan saja
adanya organisasi, kelompok, kerumunan dan dinamika dalam kelompok
tersebut.
Adapun pengertian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Organisasi
Secara umum organisasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk formal
sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing yang
bekerja sama dalam satu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama.
Untuk mencapai tujuan bersama ini diperlukan komunikasi antara
pihak-pihak yang terkait dalam sebuah organisasi tersebut dengan
disertai usaha yang sungguh-sungguh dan melakukan kewajibannya sesuai
dengan tugas masing-masing secara bertanggung jawab.
Macam organisasi dapat kita bedakan menjadi 2 yaitu organisasi formal
dan organisasi informal. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua
orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama
secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh: PT
(Perseroan Terbatas), sekolah, Negara, dan lain sebagainya. Sedangkan
organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang
mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara tidak sadar. Contoh :
arisan ibu-ibu, belajar bersama dengan anak-anak SD dan camping ke
gunung ramai-ramai dengan teman.
Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi adalah:
a) Adanya komponen (atasan dan bawahan).
b) Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok
orang).
c) Adanya tujuan.
d) Adanya sasaran.
e) Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
f) Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
Dalam sebuah organisasi biasanya akan terjalin suatu hubungan antara
atasan dan bawahan. Untuk organisasi pemerintah sering digunakan istilah
administrasi, sedangkan untuk organisasi swasta sering digunakan
istilah manajemen. Dimana antara organisasi, administrasi, dan manajemen
mempunyai hubungan yang erat.
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan
manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada
badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan
untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer,
tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada
penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya
manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian
administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan
lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi,
organisasi, dan manajemen adalah sebagai berikut :
Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen.
Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam
kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen
administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi
(formal).
Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan
administrasi.
2. Kelompok
Kelompok adalah kumpulan manusia dalam lapisan masyarakat yang mempunyai
ciri atau atribut yang sama dan merupakan satu kesatuan yang saling
berinteraksi. Karena memiliki persamaan,kelompok-kelompok mempunyai
tingkat hasut yang tinggi. Hal ini juga dikarenakan kelompok hanya
berada di ruang lingkup yang kecil. Kelompok mempunyai tujuan yang lebih
transparan dibanding dengan massa, publik, dan kerumunan, maka dari itu
kelompok lebih mudah dikontrol karena mereka memiliki kesadaran yang
tinggi dan masing-masing anggota menyadari keanggotaannya.
Dalam sebuah kelompok selalu ada yang namanya komunikasi. Komunikasi ini
sering dinamakan komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok adalah
komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok
"kecil" seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dan
B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor dalam Adi Prakosa (2008)
menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
a) Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka.
b) Kelompok memiliki sedikit partisipan.
c) Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin.
d) Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama.
e) Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.
Selain itu dalam kelompok kita juga mengenal adanya dinamika kelompok.
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota
satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Adapun
fungsi dari dinamika kelompok adalah:
a) Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan
hidup.
b) Memudahkan pekerjaan.
c) Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi
beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat,
efektif dan efisien. Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai
bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian.
d) Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan
memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, dan
memiliki peran yang sama dalam masyarakat.
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun
memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun
kekurangan dalam kelompok tersebut. Adapun kelebihan dan kekurangan
dalam dinamika kelompok adalah:
a) Kelebihan Kelompok
§ Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima
informasi & pendapat anggota yang lain.
§ Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya
dengan menekan kepentingan pribadi.
§ Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah
disepakati kelompok.
b) Kekurangan Kelompok
Kekurangan kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau
jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas
dan kuantitas pertemuan.
Dalam lapisan masyarakat kita mengenal adanya pelapisan-pelapisan.
Begitu juga dalam kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kesatuan
sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan
interaksi sosial serta ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada.
Ada beberapa jenis kelompok sosial dalam masyarakat, antara lain:
a) Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang
anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan.
Misalnya keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
b) Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan
sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat
lebih objektif. Misalnya partai politik, perhimpunan serikat kerja dan
lain-lain.
c) Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar
(AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh
organisasi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang
memiliki AD/ART.
d) Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik,
dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak
teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu
dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi
bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati.
Misalnya kelompok arisan.
Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri
sebagai berikut: (a) memiliki motif yang sama antara individu satu
dengan yang lain (menyebabkan interkasi/kerjasama untuk mencapai tujuan
yang sama), (b) terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara
individu satu dengan yang lain (akibat yang ditimbulkan tergantung rasa
dan kecakapan individu yang terlibat), (c) adanya penugasan dan
pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri
dari peranan serta kedudukan masing-masing, dan (d) adanya peneguhan
norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi
dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
3. Kerumunan
Kerumunan dapat diartikan individu-individu yang bergabung atau
menghimpunkan diri untuk mengerubungi sesuatu. Kerumunan lebih mudah
dihasut dan digerakkan daripada massa dan publik. Objek yang menjadi
perhatian kerumunan adalah kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dalam
menyikapi kejadian tersebut, kerumunan seringkali menggunakan cara-cara
yang emosional dan diluar rasional. Sulit dilakukan kontrol
terhadap kerumunan karena kadar kesadaran mereka tinggi namun hanya
bersifat sementara karena biasanya kerumunan tidak berstruktur, jadi
sulit untuk mendapatkan bentuk kerumunan yang sama seperti bentuk
sebelumnya.
4. Massa
Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi.
Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal,
berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan
tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak
dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya
sendiri melainkan terdapat "dalang" di belakangnya yang berfungsi
memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan
ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima
pesan media massa atau disebut audience.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/novi_suprapti/perbedaan-publik-massa-kerumunan-kelompok-dan-organisasi_5500346b8133112019fa71db
Manusia dalam melakukan berbagai kegiatan tidak akan terlepas dari
adanya hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Untuk itulah dalam
berhubungan dan berkomunikasi kita juga tidak terlepas dari adanya kerja
sama yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang saling
menguntungkan. Bentuk kerja sama ini dapat dibendung dalam satu wadah
kegiatan yang terkoordinir maupun yang tidak terkoordinir. Misalkan saja
adanya organisasi, kelompok, kerumunan dan dinamika dalam kelompok
tersebut.
Adapun pengertian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Organisasi
Secara umum organisasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk formal
sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing yang
bekerja sama dalam satu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama.
Untuk mencapai tujuan bersama ini diperlukan komunikasi antara
pihak-pihak yang terkait dalam sebuah organisasi tersebut dengan
disertai usaha yang sungguh-sungguh dan melakukan kewajibannya sesuai
dengan tugas masing-masing secara bertanggung jawab.
Macam organisasi dapat kita bedakan menjadi 2 yaitu organisasi formal
dan organisasi informal. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua
orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama
secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh: PT
(Perseroan Terbatas), sekolah, Negara, dan lain sebagainya. Sedangkan
organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang
mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara tidak sadar. Contoh :
arisan ibu-ibu, belajar bersama dengan anak-anak SD dan camping ke
gunung ramai-ramai dengan teman.
Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi adalah:
a) Adanya komponen (atasan dan bawahan).
b) Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok
orang).
c) Adanya tujuan.
d) Adanya sasaran.
e) Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.
f) Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
Dalam sebuah organisasi biasanya akan terjalin suatu hubungan antara
atasan dan bawahan. Untuk organisasi pemerintah sering digunakan istilah
administrasi, sedangkan untuk organisasi swasta sering digunakan
istilah manajemen. Dimana antara organisasi, administrasi, dan manajemen
mempunyai hubungan yang erat.
Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan
manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada
badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan
untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer,
tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada
penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya
manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian
administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan
lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi,
organisasi, dan manajemen adalah sebagai berikut :
Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen.
Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam
kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen
administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi
(formal).
Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan
administrasi.
2. Kelompok
Kelompok adalah kumpulan manusia dalam lapisan masyarakat yang mempunyai
ciri atau atribut yang sama dan merupakan satu kesatuan yang saling
berinteraksi. Karena memiliki persamaan,kelompok-kelompok mempunyai
tingkat hasut yang tinggi. Hal ini juga dikarenakan kelompok hanya
berada di ruang lingkup yang kecil. Kelompok mempunyai tujuan yang lebih
transparan dibanding dengan massa, publik, dan kerumunan, maka dari itu
kelompok lebih mudah dikontrol karena mereka memiliki kesadaran yang
tinggi dan masing-masing anggota menyadari keanggotaannya.
Dalam sebuah kelompok selalu ada yang namanya komunikasi. Komunikasi ini
sering dinamakan komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok adalah
komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok
"kecil" seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dan
B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor dalam Adi Prakosa (2008)
menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut:
a) Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka.
b) Kelompok memiliki sedikit partisipan.
c) Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin.
d) Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama.
e) Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain.
Selain itu dalam kelompok kita juga mengenal adanya dinamika kelompok.
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota
satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Adapun
fungsi dari dinamika kelompok adalah:
a) Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan
hidup.
b) Memudahkan pekerjaan.
c) Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi
beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat,
efektif dan efisien. Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai
bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian.
d) Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan
memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, dan
memiliki peran yang sama dalam masyarakat.
Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun
memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun
kekurangan dalam kelompok tersebut. Adapun kelebihan dan kekurangan
dalam dinamika kelompok adalah:
a) Kelebihan Kelompok
§ Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima
informasi & pendapat anggota yang lain.
§ Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya
dengan menekan kepentingan pribadi.
§ Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah
disepakati kelompok.
b) Kekurangan Kelompok
Kekurangan kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau
jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas
dan kuantitas pertemuan.
Dalam lapisan masyarakat kita mengenal adanya pelapisan-pelapisan.
Begitu juga dalam kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kesatuan
sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan
interaksi sosial serta ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada.
Ada beberapa jenis kelompok sosial dalam masyarakat, antara lain:
a) Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang
anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan.
Misalnya keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
b) Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan
sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat
lebih objektif. Misalnya partai politik, perhimpunan serikat kerja dan
lain-lain.
c) Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar
(AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh
organisasi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang
memiliki AD/ART.
d) Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik,
dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak
teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu
dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi
bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati.
Misalnya kelompok arisan.
Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri
sebagai berikut: (a) memiliki motif yang sama antara individu satu
dengan yang lain (menyebabkan interkasi/kerjasama untuk mencapai tujuan
yang sama), (b) terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara
individu satu dengan yang lain (akibat yang ditimbulkan tergantung rasa
dan kecakapan individu yang terlibat), (c) adanya penugasan dan
pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri
dari peranan serta kedudukan masing-masing, dan (d) adanya peneguhan
norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi
dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
3. Kerumunan
Kerumunan dapat diartikan individu-individu yang bergabung atau
menghimpunkan diri untuk mengerubungi sesuatu. Kerumunan lebih mudah
dihasut dan digerakkan daripada massa dan publik. Objek yang menjadi
perhatian kerumunan adalah kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dalam
menyikapi kejadian tersebut, kerumunan seringkali menggunakan cara-cara
yang emosional dan diluar rasional. Sulit dilakukan kontrol
terhadap kerumunan karena kadar kesadaran mereka tinggi namun hanya
bersifat sementara karena biasanya kerumunan tidak berstruktur, jadi
sulit untuk mendapatkan bentuk kerumunan yang sama seperti bentuk
sebelumnya.
4. Massa
Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi.
Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal,
berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan
tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak
dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya
sendiri melainkan terdapat "dalang" di belakangnya yang berfungsi
memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan
ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima
pesan media massa atau disebut audience.
Selengkapnya :
http://www.kompasiana.com/novi_suprapti/perbedaan-publik-massa-kerumunan-kelompok-dan-organisasi_5500346b8133112019fa71db
11. Ciri-ciri massa
Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri massa, yaitu:
a. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau
strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang
berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan
yang berbeda-beda.
b. Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
c. Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.
https://ciptadestiara.wordpress.com/category/fungsi-eliet-memegang-strategi/