Jumat, 25 Desember 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar 6

Assalamualaikum wr wb,
Pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ke-6, yaitu bersangkutan dengan masyarakat pedasaan dan masyarakat perkotaan.

MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
1. Pengertian Masyarakat
Pertama-tama izinkan saya untuk menjelaskan pengertian umum dari masyarakat. Masyarakat itu apasih? Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup/semi terbuka. Suatu kesatuan golongan yang berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Masyarakat juga suatu kelompok manusia yang mempunyai tatanan kehidupan, norma-norma, asat istiadat yang sama-sama ditaati dalam ingkungannya.

2. Syarat-syarat menjadi masyarakat
Beberapa syarat untuk menjadi masyarakat, yaitu sebagai berikut:
a. Interaksi diantara sesama anggota masyarakat
b. Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu
c. Saling tergantung satu dengan lainnya
d. Memiliki adat istiadat tertentu/kebudayaan
e. memiliki identitas bersama

3. Pengertian masyarakat perkotaan
Apa pengertian dari masyarakat perkotaan/urban community? Sebenarnya pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat perkotaan merupakan masyarakat urban dari berbagai asal/desa yang bersifat heterogen dan majemuk karena terdiri dari berbagai jenis pekerjaan/keahlian. Suatu kelompok/masyarakat dapat disebut sebagai masyarakat kota apabila penghunu setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.

4. Tipe-tipe masyarakat
Tipe-tipe masyarakat ada 2, yaitu:
-Masyarakat kecil yang belum kompleks, yaitu masyarakat yang belum menghenal pembagian kerja, struktur, dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagi satu kesatuan.
- Masyarakat yang sudah kompleks, yaitu masyarakat yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang, karena ilmu pengetahuan sudah maju, teknologi maju, dan sudah mengenal tulisan.

5. Ciri-ciri masyarakat kota
Sebenarnya ada banyak ciri-ciri masyarakat perkotaan, namun saya hanya mengambil beberapa saja yang sangat menonjol. Yaitu, sebagai berikut:
a. Kehidupan keagamaan berkurang, hal ini karena cara berpikir yang rasional dan cenderung sekuler.
b. Sikap mandiri yang kuat dan tidak terlalu tergantung pada orang lain sehingga cenderung individualistis
c. Hubungan antar individu bersifat formal dan interaksi antar warga berdasarkan kepentingan
d. Pembagian kerja sangat jelas dan tegas berdasarkan tingkat kemampuan/keahlian
e. Tingkat pertumbuhan penduduknya sangat tinggi

6. Perbedaan antara desa dan kota
Kita dapat membedakan anatara masyarakat desa dengan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing mempunyai sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda.
Berikut adalah beberapa perbedaan antara desa dan kota, yaitu:
a. Jumlah dan kepadatan penduduk
b. Pola interaksi sosial
c. Lingkungan hidup
d. Corak kehidupan sosial
e. Solidaritas sosial
f. Mata pencaharian

7. Hubungan desa dengan kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali antara satu dengan yang lainnya. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Hubungan kota dengan desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat yang menang, karena itu dalam hubungan desa dengan kota, makin besar suatu kota maka semakin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan pedesaan.
Hubungan desa dengan kota, yaitu:
a. Masyarakat tersebut bukanlah 2 komunitas yang berbeda
b. Kota tergantung dengan desa dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan
c. Sebaliknya, kota menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan desa
d. Desa juga merupakan tenaga kasar pada jenis pekerjaan tertentu

8. Aspek positif dan aspek negatif

- Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian,
- Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
- Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.

- Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
- Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
a. Penduduk desa kebanyakan beranggapan bahwa dikota banyak pekerjaan dan lebih mudah untuk mendapatkan penghasilan
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah ( Soekanti, 1969 : 124-125 ).


9. Unsur-unsur lingkungan perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan, yaitu mengandung 5 unsur yang meliputi: 
a. Wisma: unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatansosial dalam keluarga. 
b. Karya : Unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat ; misalnya bagi kehidupan perindustrian, perdagangan, pelabuhan, terminal,serta kegiatan kerja lainnya. 
c. Marga : Unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya di dalam kota (hubungan internal), serta hubugan antara kota itu dengan kota-kota atau daerah lainnya (hubungan eksternal). 
d. Suka : Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkantoran untuk memnuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas-fasilitas hiburan, rekreasi, petamanan, kebudayaan, dan kesenian. 
e. Penyempurnaan : Unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam ke empat unsur di atas, termasuk fasilitas keagamaan, perkuburan kota, fasilitas pendidikan dan kesehatan, jaringan utilitas umum.

10. Fungsi eksternal kota

Fungsi eksternal kota, yakni seberapa jauh fungsi dan peranan kota tersebut dalam kerangka wilayah atau daerah-daerah yang dilingkupi dan melingkupinya, baik dalam skala regional maupun nasional. Dengan pengertian ini diharapkan bahwa suatu pembangunan kota tidak mengarah pada suatu organ tersendiri yang terpisah dengan daerah sekitarnya, karena keduanya saling pengaruh mempengaruhi.


11. Pengertian desa, beserta ciri-ciri desa
Dalam kehidupan sehari-hari atau secara umum sering di istilahkan dengan kampung ,yaitu suatu daerah yang letaknya jauh dari keramaian kota,yang di huni sekelompok masyrakat di mana sebagian besar mata pencaharianya sebagai petani sedangkan secara atmininistrastif desa adalah yang terdiri dari satu atau lebih atau dusun di gabungkan hingga menjadi suatu daerah yang berdiri sendiri atau berhak mengatur rumah tangga sendiri (otonomi).
Berikut beberapa ciri dari desa yang saya ambil berdasarkan garis besarnya:
a. Kehidupan masyarakatnya sangat erat dengan alam
b. Pertanian sangat bergantung pada musim
c. Desa merupakan kesatuan sosial dan kesatuan kerja.
d. Perkembangan sosial relatif lambat dan sosial kontrol ditentukan oleh moral dan hukum informal.
e. Norma agama dan hukum adat masih kuat.

12. Ciri-ciri masyarakat pedesaan
>Sistem kehidupan umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekelurgaan (paguyuban). 
>Diantara warga desa mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
>Mata pencaharian utama para penduduk biasanya petani
>Faktor geografis sangat berpengaruh terhadap corak kehidupan masyarakat
> Adat-istiadat dan norma agama kuat.

13. Macam-macam pekerjaan gotong-royong 
Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan.
Contoh dari gotong-royong sendiri adalah seperti :
1. Membersihkan lingkungan bersama
2. Adanya sistem ronda untuk menjaga lingkungan
3. Saling membantu sesama warga
4. Bahu membahu dalam pembangunan desa


14.  Sifat dan hakekat masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah.
Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan.

Masyarakat desa dinilai oleh orang kota sebagai masyarakat damai, harmonis, adem ayem dan tenang.
Memiliki sifat :
– petani tidak kolot, tidak bodoh, tidak malas
– sifat hidup penduduk desa rata-rata luas sawah kurang lebih 0,5 ha


15. Macam-macam gejala masyarakat pedesaan
> Konflik (Pertengkaran)
Menurut orang kota, masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Pertengkaran-Pertengkaran ini terjadi biasanya berkisar masalah sehari-sehari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga.
>Kontraversi (Pertentangan)
Pertentangan yang terjadi ini bisa disebabkan olej perubahan konsep-konsep kebudayaan/adat istiadat, psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna/ilmu hitam.
>Kompetisi (Persiapan)
Sesuai kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat daya saing. Oleh karena itu, maka wujud persaingan itu bisa positif dan negatif. Wujud saing secara positif apabila saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasu dan produksi. Wujud saing negatifnya apabila persaingan ini hanya berhentu pada sifat ini, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarlan fitnah-fitnah saja.
>Kegiatan pada masyarakat pedesaan.
Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.

16. Sistem budaya petani Indonesia
a. Para petani di Indonesia terutama di pulau jawa pada dasarnya menganggap bahwa hidupnya itu sebagai sesuatu hal yang buruk, penuh dosa, kesengsaraan. Tetapi itu tidak berarti bahwa ia harus menghindari hidup yang nyata dan menghindarkan diri dengan bersembunnyi di dalam kebatinan atau dengan bertapa, bahkan sebaliknya wajib menyadari keburukan hidup itu dengan jelas berlaku prihatin dan kemudian sebaik-baiknya dengan penuh usaha atau ikhtiar.
b. Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup, dan kadang-kadnag untuk mencapai kedudukannya.
c. Mereka berorientasi pada masa ini (sekarang), kurang memperdulikan masa depan, mereka kurang mampu untuk itu. Bahkan kadang-kadang ia rindu masa lampau mengenang kekayaan masa lampau menanti datangnya kembali sang ratu adil yang membawa kekayaan bagi mereka).
d. Mereka menganggap alam tidak menakutkan bila ada bencana alam atau bencana lain itu hanya merupakan sesuatu yang harus wajib diterima kurang adanya agar peristiwa-peristiwa macam itu tidak berulang kembali.  Mereka cukup saja menyesuaikan diri dengan alam, kurang adanya usaha untuk menguasainya.
e. Dan unutk menghadapi alam mereka cukup dengan hidup bergotong-royong, mereka sadar bahwa dalam hidup itu tergantung kepada sesamanya.
 
17. Unsur-unsur desa dan fungsinya
- Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif dan yang tidak, beserta penggunaanya.
- Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
- Tata kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan warga desa.
Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan dan tidak berdiri sendiri.

18. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan 
Kehidupaan masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Perbedaan yang paling mendasar adalah keadaan lingkungan, yang mengakibatkan dampak terhadap personalitas dan segi-segi kehidupan. Kesan masyarakat kota terhadap masyarakat desa adalah bodoh, lambat dalam berpikir dan bertindak, serta mudah tertipu dsb. Kesan seperti ini karena masyarakat kota hanya menilai sepintas saja, tidak tahu, dan kurang banyak pengalaman.
Masyarakat pedesaan maupun masyarakat perkotaan masing-masing dapat diperlakukan sebagai sistem jaringan hubungan yang kekal dan penting, serta dapat pula dibedakan masyarakat yang bersangkutan dengan masyarakat lain. Jadi perbedaan atau ciri-ciri kedua masyarakat tersebut dapat ditelusuri dalam hal lingkungan umumnya dan orientasi terhadap alam, pekerjaan, ukuran komunitas, kepadatan penduduk, homogenitas-heterogenotas, perbedaan sosisal, mobilitas sosial, interaksi sosial, pengendalian sosial, pola kepemimpinan, ukuran kehidupan, solidaritas sosial, dan nilai atau sistem lainnya.



Senin, 21 Desember 2015

Tugas Ilmu Sosial Dasar 5

Assalamualaikum wr wb,
Salam sejahtera untuk kita semua..
Pada kesempatan kali ini saya akan memenuhi kebutuhan tugas Ilmu Sosial Dasar ke-5, yaitu menjelaskan tentang pelapisan sosial dan kesamaan derajat.

PELAPISAN SOSIAL DAN KESAMAAN DERAJAT

 
1. Pengertian
Pertama-tama izinkan saya untuk menjelaskan pengertian dari pelapisan sosial.
Apa itu pelapisan sosial? Pengertian pelapisan sosial secara umum merupakan sejumlah individu yang mempunyai kedudukan/status yang sama menurut ukuran masyarakatnya. Pelapisan sosial jg dapat berarti pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat.

2.  Terjadinya pelapisan sosial
Bagaimana bisa pelapian sosial terjadi dilingkungan masyarakat? Terjadi nya pelapisan sosial tersebut memiliki 2 faktor, yaitu:
a. Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusunn sebelumnya oleh masyarakat itu, tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. 
b. Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditunjukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

3. Perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat
Perbedaan sistem pelapisan menurut sifatnya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Sistem pelapisan masyarakat yang tertutup
 Dalam sistem ini, dimana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Sebagai contoh: Sistem kasta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat/bangsawan darah biru.
b. Sistem pelapisan masyarakat yang terbuka 
pada sistem ini di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata/tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Contohnya: Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tingi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik lagi dengan sekolah/kuliah.
c. Sistem pelapisan sosial campuran
Kombinasi antara stratafikasi tertutup dan terbuka.
Seperti contohnya: Seorang Bali berkasta Brahmana di mana Brahmana merupakan kasta paling tinggi yang diperuntukkan golongan para pendeta, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia memperoleh kedudukan rendah. Maka, ia harus menyesuaikan diri dengan aturan kelompok masyarakat di Jakarta.

4. Teori tentang pelapisan sosial
Beberapa teori mengenai pelapisan sosial, yaitu:
- Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
- Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
- Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
 - Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
 - Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.



5. Kesamaan Derajat 
Kesamaan derajat adalah antonim dari pelapisan sosial atau stratifikasi, yang artinya tidak melihat seseorang dari kelas atau kelompok. Beberapa hak dan kewajiban penting ditetapkan dalam undang-undang sebagai hak dan kewajiban asasi. PBB juga mencita-citakan adanya kesamaan derajat. terbukti dengan adanya universal Declaration of Human Right, yaitu lahir pada tahun 1948 menganggap bahwa manusia mempunyai hak yang dibawa nya sejak lahir yang melekat pada dirinya.

6. Pasal-pasal UUD 1954 tentang persamaan hak
 Negara Republik Indonesia membuat pasa-pasal tentang persamaan hak dengan maksud untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum. Yaitu sebagai berikut:
a. Pasal 27 Ayat 1 menetapkan bahwa: Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan tanpa kecuali.
b. Pasal 27 Ayat 2: Hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
c. Pasal 28: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang.
d. Kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.

7. 4 pokok hak asasi dalam 4 pasal yang tercantum pada UUD 1945
 Empat pokok hak-hak asasi dalam 4 pasal yang tercantum di UUD 1945 adalah sebagai berikut:
- Pokok pertama, mengenai kesamaan kedudukan dan kewajiban warga negara di dalam hukum dan di muka pemerintahan.
Pasal 27 ayat 1 menetapkan bahwa “Segala Warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam Hukum dan Pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.”
Di dalam perumusan ini dinyatakan adanya suatu kewajiban dasar di samping hak asasi yang dimiliki oleh warga negara, yaitu kewajiban.
- Pokok Kedua, ditetapkan dalam pasal 28 ditetapkan, bahwa “kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan oleh Undang-Undang”.
- Pokok Ketiga, dalam pasal 29 ayat 2 dirumuskan kebebasan asasi untuk memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara, yang berbunyi sebagai berikut : “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.
  -Pokok Keempat, adalah pasal 31 yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran yang berbunyi : (1) “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran” dan (2) “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional, yang diatur dengan undang-undang”.


8. Pengertian elite
Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan  kecil yang memegang kekuasaan.

9. Fungsi elite dalam memegang strategi
Dalam suatu kehidupan sosial yang teratur, baik dalam konteks luas maupun yang lebih sempit selalu ada kecenderungan untuk menyisihkan satu golongan tersendiri sebagai satu golongan yang penting, memiliki kekuasaan dan mendapatkan kedudukan yang terkemuka jika dibandingkan dengan massa. Penentuan golongan minoritas ini didasarkan pada penghargaan masyarakat terhadap berbagai peranan yang dilancarkan dalam kehidupan masa kini serta meletakkan,dasar-dasar kehidupan yang akan datang. Golongan minoritas yang berada pada posisi atas secara fungsional dapat berkuasa dan menentukan dalam studi sosial dikenal dengan elite.

10. Pengertian massa
Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, berkumpul disuatu tempat dan tidak individualistis. massa memeliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat "dalang" dibelakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka.


Manusia dalam melakukan berbagai kegiatan tidak akan terlepas dari adanya hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Untuk itulah dalam berhubungan dan berkomunikasi kita juga tidak terlepas dari adanya kerja sama yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama ini dapat dibendung dalam satu wadah kegiatan yang terkoordinir maupun yang tidak terkoordinir. Misalkan saja adanya organisasi, kelompok, kerumunan dan dinamika dalam kelompok tersebut. Adapun pengertian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Organisasi Secara umum organisasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk formal sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing yang bekerja sama dalam satu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan bersama ini diperlukan komunikasi antara pihak-pihak yang terkait dalam sebuah organisasi tersebut dengan disertai usaha yang sungguh-sungguh dan melakukan kewajibannya sesuai dengan tugas masing-masing secara bertanggung jawab. Macam organisasi dapat kita bedakan menjadi 2 yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh: PT (Perseroan Terbatas), sekolah, Negara, dan lain sebagainya. Sedangkan organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara tidak sadar. Contoh : arisan ibu-ibu, belajar bersama dengan anak-anak SD dan camping ke gunung ramai-ramai dengan teman. Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi adalah: a) Adanya komponen (atasan dan bawahan). b) Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang). c) Adanya tujuan. d) Adanya sasaran. e) Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati. f) Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. Dalam sebuah organisasi biasanya akan terjalin suatu hubungan antara atasan dan bawahan. Untuk organisasi pemerintah sering digunakan istilah administrasi, sedangkan untuk organisasi swasta sering digunakan istilah manajemen. Dimana antara organisasi, administrasi, dan manajemen mempunyai hubungan yang erat. Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi, organisasi, dan manajemen adalah sebagai berikut : Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen. Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal). Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi. 2. Kelompok Kelompok adalah kumpulan manusia dalam lapisan masyarakat yang mempunyai ciri atau atribut yang sama dan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi. Karena memiliki persamaan,kelompok-kelompok mempunyai tingkat hasut yang tinggi. Hal ini juga dikarenakan kelompok hanya berada di ruang lingkup yang kecil. Kelompok mempunyai tujuan yang lebih transparan dibanding dengan massa, publik, dan kerumunan, maka dari itu kelompok lebih mudah dikontrol karena mereka memiliki kesadaran yang tinggi dan masing-masing anggota menyadari keanggotaannya. Dalam sebuah kelompok selalu ada yang namanya komunikasi. Komunikasi ini sering dinamakan komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok "kecil" seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dan B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor dalam Adi Prakosa (2008) menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut: a) Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka. b) Kelompok memiliki sedikit partisipan. c) Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin. d) Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama. e) Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain. Selain itu dalam kelompok kita juga mengenal adanya dinamika kelompok. Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Adapun fungsi dari dinamika kelompok adalah: a) Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. b) Memudahkan pekerjaan. c) Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efisien. Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian. d) Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat. Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut. Adapun kelebihan dan kekurangan dalam dinamika kelompok adalah: a) Kelebihan Kelompok § Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain. § Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi. § Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok. b) Kekurangan Kelompok Kekurangan kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan. Dalam lapisan masyarakat kita mengenal adanya pelapisan-pelapisan. Begitu juga dalam kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial serta ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada. Ada beberapa jenis kelompok sosial dalam masyarakat, antara lain: a) Kelompok Primer Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Misalnya keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain. b) Kelompok Sekunder Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektif. Misalnya partai politik, perhimpunan serikat kerja dan lain-lain. c) Kelompok Formal Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART. d) Kelompok Informal Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya kelompok arisan. Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) memiliki motif yang sama antara individu satu dengan yang lain (menyebabkan interkasi/kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama), (b) terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain (akibat yang ditimbulkan tergantung rasa dan kecakapan individu yang terlibat), (c) adanya penugasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan serta kedudukan masing-masing, dan (d) adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 3. Kerumunan Kerumunan dapat diartikan individu-individu yang bergabung atau menghimpunkan diri untuk mengerubungi sesuatu. Kerumunan lebih mudah dihasut dan digerakkan daripada massa dan publik. Objek yang menjadi perhatian kerumunan adalah kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dalam menyikapi kejadian tersebut, kerumunan seringkali menggunakan cara-cara yang emosional dan diluar rasional. Sulit dilakukan kontrol terhadap kerumunan karena kadar kesadaran mereka tinggi namun hanya bersifat sementara karena biasanya kerumunan tidak berstruktur, jadi sulit untuk mendapatkan bentuk kerumunan yang sama seperti bentuk sebelumnya. 4. Massa Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi. Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat "dalang" di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/novi_suprapti/perbedaan-publik-massa-kerumunan-kelompok-dan-organisasi_5500346b8133112019fa71db
Manusia dalam melakukan berbagai kegiatan tidak akan terlepas dari adanya hubungan dan komunikasi dengan orang lain. Untuk itulah dalam berhubungan dan berkomunikasi kita juga tidak terlepas dari adanya kerja sama yang baik demi tercapainya tujuan bersama yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama ini dapat dibendung dalam satu wadah kegiatan yang terkoordinir maupun yang tidak terkoordinir. Misalkan saja adanya organisasi, kelompok, kerumunan dan dinamika dalam kelompok tersebut. Adapun pengertian dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Organisasi Secara umum organisasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk formal sekelompok manusia dengan tujuan individualnya masing-masing yang bekerja sama dalam satu proses tertentu untuk mencapai tujuan bersama. Untuk mencapai tujuan bersama ini diperlukan komunikasi antara pihak-pihak yang terkait dalam sebuah organisasi tersebut dengan disertai usaha yang sungguh-sungguh dan melakukan kewajibannya sesuai dengan tugas masing-masing secara bertanggung jawab. Macam organisasi dapat kita bedakan menjadi 2 yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh: PT (Perseroan Terbatas), sekolah, Negara, dan lain sebagainya. Sedangkan organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara tidak sadar. Contoh : arisan ibu-ibu, belajar bersama dengan anak-anak SD dan camping ke gunung ramai-ramai dengan teman. Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi adalah: a) Adanya komponen (atasan dan bawahan). b) Adanya kerjasama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang). c) Adanya tujuan. d) Adanya sasaran. e) Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati. f) Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. Dalam sebuah organisasi biasanya akan terjalin suatu hubungan antara atasan dan bawahan. Untuk organisasi pemerintah sering digunakan istilah administrasi, sedangkan untuk organisasi swasta sering digunakan istilah manajemen. Dimana antara organisasi, administrasi, dan manajemen mempunyai hubungan yang erat. Ada beberapa orang yang beranggapan bahwa sesungguhnya administrasi dan manajemen adalah sama, hanya saja istilah administrasi digunakan pada badan / organisasi pemerintah, sedangkan istilah manajemen dipergunakan untuk organisasi swasta. Administrator sama artinya dengan manajer, tetapi organisasi untuk pemerintah. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan istilah manajer untuk perusahaan swasta yaitu diantaranya manajer pemasaran, manajer pembelian dan lain-lain. Serta kepala bagian administrasi keuangan, kepala bagian administrasi kepegawaian dan lain-lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa hubungan antara administrasi, organisasi, dan manajemen adalah sebagai berikut : Kepemimpinan merupakan arti dari manajemen. Melalui manajemen semua kegiatan di koordinir dan diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Administrasi merupakan suatu kegiatan pelayanan, termasuk di dalam kegiatan administrasi adalah kegiatan pengelolaan atau manajemen administrasi dapat dilaksanakan di dalam atau diluar organisasi (formal). Organisasi (formal) merupakan tempat dilaksanakannya kegiatan administrasi. 2. Kelompok Kelompok adalah kumpulan manusia dalam lapisan masyarakat yang mempunyai ciri atau atribut yang sama dan merupakan satu kesatuan yang saling berinteraksi. Karena memiliki persamaan,kelompok-kelompok mempunyai tingkat hasut yang tinggi. Hal ini juga dikarenakan kelompok hanya berada di ruang lingkup yang kecil. Kelompok mempunyai tujuan yang lebih transparan dibanding dengan massa, publik, dan kerumunan, maka dari itu kelompok lebih mudah dikontrol karena mereka memiliki kesadaran yang tinggi dan masing-masing anggota menyadari keanggotaannya. Dalam sebuah kelompok selalu ada yang namanya komunikasi. Komunikasi ini sering dinamakan komunikasi kelompok. Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok "kecil" seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, dan sebagainya. Dan B. Curtis, James J.Floyd, dan Jerril L. Winsor dalam Adi Prakosa (2008) menjabarkan sifat-sifat komunikasi kelompok sebagai berikut: a) Kelompok berkomunikasi melalui tatap muka. b) Kelompok memiliki sedikit partisipan. c) Kelompok bekerja di bawah arahan seseorang pemimpin. d) Kelompok membagi tujuan atau sasaran bersama. e) Anggota kelompok memiliki pengaruh atas satu sama lain. Selain itu dalam kelompok kita juga mengenal adanya dinamika kelompok. Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. Adapun fungsi dari dinamika kelompok adalah: a) Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. b) Memudahkan pekerjaan. c) Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efisien. Salah satunya dengan membagi pekerjaan besar sesuai bagian kelompoknya masing-masing atau sesuai keahlian. d) Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat dengan memungkinkan setiap individu memberikan masukan, berinteraksi, dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat. Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut. Adapun kelebihan dan kekurangan dalam dinamika kelompok adalah: a) Kelebihan Kelompok § Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat anggota yang lain. § Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan kepentingan pribadi. § Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan telah disepakati kelompok. b) Kekurangan Kelompok Kekurangan kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan. Dalam lapisan masyarakat kita mengenal adanya pelapisan-pelapisan. Begitu juga dalam kelompok sosial. Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial serta ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada. Ada beberapa jenis kelompok sosial dalam masyarakat, antara lain: a) Kelompok Primer Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Misalnya keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain. b) Kelompok Sekunder Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektif. Misalnya partai politik, perhimpunan serikat kerja dan lain-lain. c) Kelompok Formal Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART. d) Kelompok Informal Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati. Misalnya kelompok arisan. Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (a) memiliki motif yang sama antara individu satu dengan yang lain (menyebabkan interkasi/kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama), (b) terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain (akibat yang ditimbulkan tergantung rasa dan kecakapan individu yang terlibat), (c) adanya penugasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri dari peranan serta kedudukan masing-masing, dan (d) adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 3. Kerumunan Kerumunan dapat diartikan individu-individu yang bergabung atau menghimpunkan diri untuk mengerubungi sesuatu. Kerumunan lebih mudah dihasut dan digerakkan daripada massa dan publik. Objek yang menjadi perhatian kerumunan adalah kejadian yang sedang terjadi saat itu. Dalam menyikapi kejadian tersebut, kerumunan seringkali menggunakan cara-cara yang emosional dan diluar rasional. Sulit dilakukan kontrol terhadap kerumunan karena kadar kesadaran mereka tinggi namun hanya bersifat sementara karena biasanya kerumunan tidak berstruktur, jadi sulit untuk mendapatkan bentuk kerumunan yang sama seperti bentuk sebelumnya. 4. Massa Massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi. Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah, tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk dirinya sendiri melainkan terdapat "dalang" di belakangnya yang berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/novi_suprapti/perbedaan-publik-massa-kerumunan-kelompok-dan-organisasi_5500346b8133112019fa71db
11. Ciri-ciri massa
Beberapa hal penting yang merupakan sebagian ciri-ciri massa, yaitu:
a. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tingkat kemakamuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. b. Massa merupakan kelompok yang anonim, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonim.
c. Sedikit sekali interaksi atau bertukar pengalaman antara anggota-anggotanya.





https://ciptadestiara.wordpress.com/category/fungsi-eliet-memegang-strategi/